Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.
Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.

Hingga 20 November 2019, Rupiah Menguat 2,03%

Ekonomi kurs rupiah
Annisa ayu artanti • 21 November 2019 21:37
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan nilai tukar rupiah sejak awal tahun terus menunjukan apresiasi. Tercatat hingga 20 November 2019 mata uang rupiah terus menguat 2,03 persen secara year to date. Pada November 2019, nilai tukar rupiah mengalami apresiasi 0,42 persen, meskipun secara point to point mengalami pelemahan 0,41 persen dibandingkan level akhir Oktober.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan penguatan nilai tukar rupiah ini sejalan dengan kinerja neraca pembayaran Indonesia yang membaik, aliran modal asing yang masuk ke Indonesia, prospek ekonomi Tanah Air, dan daya tarik pasar keuangan domestik.
 
"Penguatan rupiah didukung oleh pasokan valas dari para eksportir dan aliran masuk modal asing yang tetap berlanjut didorong prospek ekonomi Indonesia yang tetap terjaga, daya tarik pasar keuangan domestik yang tetap besar, serta ketidakpastian pasar keuangan global yang sedikit mereda," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di kantor pusat Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 21 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedepannya, Perry melanjutkan Bank Indonesia memandang nilai tukar rupiah akan tetap stabil sesuai dengan fundamentalnya dan mekanisme pasar yang terjaga.
 
Adapun kondisi tersebut akan ditopang oleh prospek neraca pembayaran Indonesia yang juga tetap baik seiring berlanjutnya aliran masuk modal asing ke Indonesia dipicu oleh berlanjutnya berbagai faktor positif.
 
"Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar dan memperkuat pembiayaan domestik, Bank Indonesia terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, baik pasar uang maupun pasar valas," tukas dia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif