Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Desi Angriani

Tren Pelemahan Masih Berjalan, IHSG Diprediksi Loyo

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 06 November 2019 08:21
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diprediksi melemah meskipun pada perdagangan kemarin ditutup menguat karena dorongan data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berada di level 5,02 persen atau di atas konsensus.
 
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper menjelaskan secara teknikal pelemahan hari ini dipicu oleh menyempitnya volume perdagangan yang mengindikasikan tren pelemahan masih ada namun mulai terbatas. Ia memprediksi indeks hari ini diperdagangkan di level support 6.172-6.218 dan resistance 6.287-6.310.
 
"IHSG diprediksi melemah, tren pelemahan masih ada namun mulai terbatas," kata Dennies, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 6 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menjelaskan pergerakan indeks hari ini akan positif yakni diperdagangkan di level support-resistance 6213-6320. Dari sisi global, menurut Lanjar, investor masih akan terus mengawasi tanda-tanda Amerika Serikat dan Tiongkok menuju kesepakatan perdagangan.
 
"Tiongkok sedang meninjau lokasi di Amerika Serikat tempat Xi Jinping akan bersedia bertemu dengan Trump untuk menandatangani fakta perdagangan fase pertama," ujar Lanjar, seraya menambahkan investor menanti data ISM sektor jasa di Amerika Serikat dan indeks kinerja sektor jasa serta penjualan ritel di zona Eropa sebelum melakukan sikap kepada market.
 
Beberapa saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan investor hari ini PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
 
Kemudian, PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan Dow Jones mencapai rekor tertinggi baru. Kondisi itu terjadi karena investor mencerna serangkaian data optimistis dan pasar didukung oleh berlanjutnya harapan atas meningkatnya hubungan perdagangan AS-Tiongkok.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 30,52 poin atau 0,11 persen menjadi 27.492,63. Sementara S&P 500 turun sebanyak 3,65 poin atau 0,12 persen menjadi 3.074,62. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq naik 1,48 poin atau 0,02 persen menjadi 8.434,68.
 
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi menjelang penutupan pasar, dengan sektor energi naik 0,45 persen, memimpin para pemenang. Saham Uber Technologies anjlok 9,85 persen, setelah firma layanan perjalanan itu melaporkan kerugian laba untuk kuartal ketiga dan total perjalanan lebih buruk dari yang diperkirakan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif