"Indeks cenderung flat dari awal Maret ini. Sepertinya agak tertahan karena banyaknya sentimen, seperti kepastian suku bunga the Fed. Kali ini indeks kita proyeksikan kembali variatif dua arah dengan kisaran pergerakan 5.385-5.450," jelas analis PT Reliance Securities Tbk Lanjar Nafi, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis 16 Maret 2017.
Sementara itu, Kepala Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menambahkan, indeks pada perdagangan hari ini bersiap untuk membentuk pola uptrend jangka pendek. Setelah dapat menembus level resisten yang dituju.
"Saat ini posisi IHSG hanya menunggu waktu untuk melanjutkan tren kenaikan, seiring berlanjutnya aliran modal masuk ke pasar modal domestik. Sehingga kondisi IHSG dapat membentuk pola uptrend jangka pendek kembali," ungkap William.
Menurut William, rentang konsolidasi masih belum berhasil menembus target resisten terdekat di level 5.476, sehingga pola pergerakan IHSG masih belum menunjukkan adanya penguatan yang berarti.
"Tapi karena level support 5.352 terlihat cukup kuat bertahan maka hal ini menunjukkan bahwa posisi IHSG tinggal menunggu waktu untuk malanjutkan proses kenaikan," kata William.
Mengamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Selain itu, perlu pula mencermati pergerakan saham seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News