Pendapatan Barito Pacific Terkerek ke USD2,35 Miliar

Dian Ihsan Siregar 01 November 2018 12:15 WIB
barito pacific
Pendapatan Barito Pacific Terkerek ke USD2,35 Miliar
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi)
Jakarta: PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membukukan pendapatan bersih mencapai USD2,35 miliar di kuartal III-2018. Pencapaian pendapatan ini tumbuh 12,38 persen menjadi USD1,82 miliar di periode yang sama 2017.

Direktur Utama BRPT Agus Pangestu mengatakan ‎‎peningkatan pendapatan perusahaan didorong oleh pendapatan panas bumi yang lebih tinggi yang berasal dari akuisisi unit Salak dan Darajat. ‎Peningkatan itu juga dikontribusikan dari pendapatan petrokimia yang meningkat akibat realisasi harga penjualan rata-rata yang lebih tinggi.

"Lalu diimbangi sebagian volume penjualan yang lebih rendah, karena adanya beberapa kegiatan operasional yang telah dijadwalkan," ungkap Agus dalam keterangan resminya, di Jakarta, Kamis, 1 November 2018.

Menurut Agus, laporan keuangan ini telah memasukkan konsolidasi keuangan Star Energy Geothermal (SEG) setelah perusahaan resmi mengakuisisi 66,67 persen kepemilikan pada 7 Juni 2018. Adapun fokus bisnis dari Star Energy adalah panas bumi.

"Lewat ‎anak usaha kami, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), kami telah melakukan ekspansi pabrik sebanyak 37 KTA menjadi 137 KTA. ‎TPIA dan Michelin juga telah menyelesaikan usaha patungan berupa pendirian pabrik PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI). Lewat pelaksanaan itu, maka akan menjadi tonggak usaha baru yang akan menopang posisi kami sebagai pemimpin di industri," jelas dia.

Walaupun pendapatan tumbuh, laba bersih setelah pajak menurun sebesar 1,3 persen dari USD220 juta di kuartal III-2017 menjadi USD217 juta per September 2018. Penurunan laba disebabkan beban keuangan berkaitan dengan akuisisi Star Energy.

Sementara itu beban keuangan meningkat 278,6 persen dari USD42 juta pada kuartal III-2017 menjadi USD159 juta pada kuartal III-2018. Ini disebabkan biaya pendanaan SEG dari pinjaman bank Tranche A sebesar USD1,25 miliar dan pinjaman berjangka USD660 juta yang digunakan pada Maret 2017 untuk akuisisi aset panas bumi Salak dan Darajat.

"Total aset perusahaan kini menjadi USD6,75 miliar atau meningkat 85,3 persen. Peningkatan disebabkan akuisisi Star Energy," tukasnya.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id