Ilustrasi. Foto; Medcom.id/Desi  Angriani
Ilustrasi. Foto; Medcom.id/Desi Angriani

IHSG Akhir Tahun Ditaksir Bertengger di 6.400

Ekonomi ihsg
Ihfa Firdausya • 02 Desember 2019 07:11
Jakarta: Sejumlah analis memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir 2019 berada dikisaran 6.400. Angka tersebut masih berada di bawah proyeksi awal tahun sebesar 6.600.
 
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyebut target IHSG 6.600 sulit dicapai karena beberapa faktor.
 
"Katalis yang memberatkan di antaranya rush money di reksa dana yang belakangan ini menjadi bayangan hitam pada tekanan negatif pergerakan IHSG dan sentimen perang dagang yang hingga menjelang pertemuan terakhir di 2019 masih memanas," ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu, 1 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, Kongres AS dan Presiden Donald Trump yang mendukung demonstran di Hong Kong dinilai Tiongkok sebagai langkah ikut campur yang berlebihan.
 
Oleh karena itu, Lanjar memprediksi IHSG sampai akhir 2020 paling optimistis berada di level 6.400.
 
"Kalau secara teknikal saya coba tarik-tarik beberapa metode seperti pola symmetrical triangle dan Fibonacci Gan Fan, di 30 Desember 2019 potensi teroptimistis IHSG dikisaran 6.400," jelasnya.
 
Tidak jauh berbeda, Analis Binaartha Technical Research M. Nafan Aji melihat kondisi realistis IHSG pada akhir 2019 berada di level 6.330 hingga 6.395. Namun, ia juga menaruh level optimistis dikisaran 6.555 hingga 6.675.
 
Menurut Nafan, ada beberapa sentimen positif untuk mengerek naik IHSG ke level 6.600 seperti proyeksi awal tahun. Antara lain peran pemerintah dalam menjaga stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan, Indonesia merupakan negara emerging market dalam kategori investment grade, sejumlah sektor emiten masih berpotensi mencetak kinerja yang positif, pemulihan kinerja pertumbuhan ekonomi global, penurunan suku bunga acuan The Fed maupun Bank Indonesia, dan prioritas pembangunan infrastruktur maupun SDM dalam negeri.
 
Saat ditanya mengenai peran window dressing dalam mengangkat IHSG di akhir tahun, Nafan menyebut hal itu tetap hanya akan membawa IHSG berada pada target realistis, yakni kisaran 6.400.
 
"Realistis terlebih dahulu targetnya karena sifatnya tahapan. Jika tahapan target realistis tercapai selama seminggu pertama Desember, maka tahapan selanjutnya ialah target realistis tersebut tentunya berlaku juga untuk January effect pada Januari," katanya saat dihubungi secara terpisah.
 
Analis Woorisec Korindo Reza Priyambada pun menyebut peran window dressing tidak terlalu signifikan.
 
"Window dressing kemungkinan ada tapi enggak akan terlalu signifikan, karena masih banyaknya sikap pesimisme pelaku pasar terhadap kondisi global," terangnya melalui pesan singkat kepada Media Indonesia.
 
Ia juga memprediksi IHSG akhir 2019 hanya berada dilevel 6.200 hingga 6.350. "Paling di 6.200-6.350 kalau asumsinya pasar stabil," ungkapnya.
 
Sebelumnya pada Kamis, 28 November 2019 lalu IHSG sempat terjun ke level di bawah 6.000 sebelum pada penutupan perdagangan pekan ini, 29 November 2019, ditutup pada level 6.011,83 atau naik 58,77 poin dari penutupan sebelumnya sebesar 5.953,06.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif