Ilustrasi. (FOTO: Dokumentasi Sinarmas)
Ilustrasi. (FOTO: Dokumentasi Sinarmas)

Sinar Mas Land-Sojitz Corporation Kembangkan Deltamas Jadi Kota Satelit

Ekonomi sinar mas land
Dian Ihsan Siregar • 18 November 2016 12:12
medcom.id, Jakarta: Anak usaha Sinar Mas, Sinar Mas Land bersama Sojitz Corporation sudah 20 tahun membangun kota Deltamas yang dikembangkan menjadi kawasan terpadu bertaraf internasional dengan mengintegrasikan kawasan industri dengan hunian dan komersial modern.

Direktur Independen dan Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) Tondy Suwanto mengatakan, Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation memiliki kombinasi pengalaman dan kompetensi yang saling melengkapi dalam pengembangan Kota Deltamas serta menjadikan kota satelit ke depannya.

"Kerja sama dari manajemen Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation menjadi fondasi kami untuk terus berkomitmen dalam mengembangkan kawasan terpadu modern industri, hunian, dan komersial di Kota Deltamas," ucap Tondy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/11/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Tondy mengatakan, untuk menyempurnakan kawasannya sebagai kawasan terpadu, serviced apartment Le Premier telah didirikan dan beroperasi pada 2016 untuk menyediakan kebutuhan akomodasi khususnya untuk para pekerja asing di kawasan Kota Deltamas. Ke depannya, berbagai fasilitas hunian dan komersial, serta infrastruktur pendukung, terus dikembangkan dengan perencanaan yang matang, untuk menciptakan sebuah kawasan kota mandiri. Kawasan terpadu modern dengan fasilitas dan infrastruktur berkelas dunia, dan lokasi yang strategis, menjadikan Kota Deltamas sebagai kawasan one stop living bernilai tinggi di timur Jakarta. Melalui keberhasilannya dalam mengembangkan Deltamas, Sinar Mas Land dan Sojitz dapat menginspirasi pembangunan kawasan terpadu bertaraf internasional lainnya di Indonesia.

Puradelta Lestari selaku induk perusahaan pengembangan Kota Deltamas telah melakukan penawaran saham perdana (IPO) saham pada tahun 2015 dan kini tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai salah satu pengembang kawasan terpadu dengan cadangan lahan terbesar di timur Jakarta. Saat ini Puradelta Lestari telah berkembang menjadi emiten pengembang kawasan industri berkapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp11 triliun.

Dari sisi kinerja, hingga 30 September 2016, penjualan lahan industri Perseroan telah mencapai 52,1 ha, melampaui target perusahaan untuk tahun 2016 seluas 50 ha. Salah satu faktor kesuksesan tersebut adalah penjualan lahan seluas 38,3 ha kepada Astra Honda Motor (AHM).

Kinerja kuartal III

Penjualan lahan yang di atas belum dapat diakui pada laporan keuangan kuartal III 2016, sehingga pendapatan usaha perseroan pada periode tersebut mencapai Rp1,01 triliun, sementara laba bersih mencapai Rp494,78 miliar.

Dengan cadangan lahan yang luas, total aset Perusahaan per 30 September 2016 mencapai Rp7,43 triliun, dengan posisi kas Rp675,46 miliar dan ekuitas Rp 7,13 triliun. Dari sisi lain, arus kas bersih Perseroan dari kegiatan operasional tercatat Rp180,3 miliar. Kondisi keuangan yang sehat ini pun memberikan keleluasaan bagi Perseroan untuk terus berekspansi di masa mendatang.


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi