Ilustrasi buruh Sampoerna. (FOTO: ANTARA/Aguk Sudarmojo)
Ilustrasi buruh Sampoerna. (FOTO: ANTARA/Aguk Sudarmojo)

Diakui Global, Induk Sampoerna Bakal Terapkan Ilmu Iklim

Ekonomi sampoerna
Dian Ihsan Siregar • 28 Oktober 2016 17:26
medcom.id, Jakarta: Induk PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), Philip Morris International Inc. (PMI), memperoleh pengakuan sebagai pemimpin global dalam aksinya menghadapi perubahan iklim. PMI dicantumkan dalam 'Climate A List' untuk ketiga kalinya dari CDP, sebuah lembaga swadaya masyarakat internasional yang fokus pada penilaian perusahaan di seluruh dunia dalam hal perubahan iklim.
 
Mengutip siaran persnya, Jumat, 28 Oktober, pengakuan yang diterima PMI, berkat upaya perseroan yang komprehensif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan memitigasi perubahan iklim, serta proses pengungkapan informasi yang transparan.
 
Sekadar informasi, ribuan perusahaan telah menyerahkan informasi tahunan terkait iklim kepada CDP untuk dinilai secara independen berdasarkan metodologi penilaian mereka. Di dalam penilaian ini, PMI menempati peringkat di antara sembilan persen perusahaan teratas, atau yang disebut sebagai 'A Listers'. Laporan tolak ukur perubahan iklim CDP dibuat berdasarkan permintaan 827 investor dengan aset senilai USD100 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Head of Environmental Sustainability PMI Andy Harrop‎ mengaku perseroan akan terus berperan aktif melaksanakan peran dalam menekan dampak pemanasan global.
 
"Sebagai bentuk kelanjutan dari pengurangan 200.000 ton CO2 sejak 2010 di seluruh wilayah operasional kami, termasuk kerja nyata dalam mendorong produksi tembakau yang berkelanjutan, serta perbaikan kualitas lingkungan di seluruh mata rantai usaha kami. Tahun depan PMI akan mengumumkan sejumlah target baru yang berbasis pada ilmu iklim," ujar Andy.
 
PMI siap bekerjasama dengan pihak lain dalam menghadapi tantangan dan peluang yang timbul dalam pengurangan bahaya dan adaptasi terhadap perubahan iklim sebagaimana kesepakatan Paris.
 
"‎Kami mendorong tindakan tegas dalam hal perubahan iklim dan mendukung hasil yang ambisius dari COP 21 di Paris Desember lalu," pungkas Andy.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif