Direktur Utama BEI Inarno Djajadi. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.

Belum Krisis

BEI: Intervensi Short Selling Cukup

Ekonomi emiten bei short selling
Annisa ayu artanti • 02 Maret 2020 15:18

Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) beranggapan kondisi saat ini belum mengindikasikan krisis sehingga intervensi berupa pencabutan transaksi short selling dianggap cukup bagi pasar modal.
 
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan penurunan indeks belakangan ini tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga beberapa negara yang disebabkan kondisi global.
 
Penurunan tertinggi dialami Thailand. Lalu diikuti Indonesia, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Singapura dengan penurunan masing-masing sebesar -15,03 persen, -13,44 persen, -13,15 persen, -8,2 persen, -6,68 persen, dan -6,57 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara, penurunan pada minggu terakhir Februari 2020 merupakan penyumbang terbesar penurunan indeks pada bursa utama dunia maupun bursa-bursa di ASEAN.
 
Penurunan tertinggi dialami oleh Filipina dan diikuti oleh Indonesia, Vietnam, Singapura dan Malaysia dengan penurunan mingguan sebesar -7,9 persen, -7,3 persen, -5,45 persen, -5,34 persen, dan -3,17 persen.
 
"Penurunan kita tidak sendiri. Karena global terkoreksi, kita juga terkoreksi," kata Inarno dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020.
 
Ia menjelaskan kondisi ini terjadi karena efek dari isu global yaitu penyebaran virus korona yang semakin meluas. Ditambah, hari ini pemerintah mengumumkan ada dua warga negara yang positif terkena virus korona.
 
Oleh karena itu, per hari ini bursa melakukan intervensi pada pasar berupa pencabutan efek yang dapat ditransaksikan secara short selling sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.
 
Adapun mengenai alasan intervensi tersebut dipilih BEI, dijelaskan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono lantaran intervensi ini dinilai minim risiko. Ia juga mengungkapkan pasar yang baik adalah pasar yang minim intervensi dan beberapa negara yang telah mencatatkan penurunan indeks hingga saat ini belum melakukan intervensi.
 
"Short selling dilakukan karena memang belum menjurus ke krisis. Belum perlu intervensi lebih jauh," tukas Laksono.


 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif