Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

TBIG Pecah Nilai Nominal Saham

Ekonomi tower bersama infrastructure
Media Indonesia • 31 Oktober 2019 10:26
Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Tower Bersama Infrastructure Tbk yang digelar Rabu, 30 Oktober 2019, menghasilkan dua persetujuan, yaitu pemecahan nilai nominal saham (stock split) dan penerbitan surat utang atau notes dalam mata uang asing.
 
Para pemegang saham perusahaan dengan kode emiten TBIG itu menyetujui usulan pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:5. Hal itu akan mengubah nilai nominal saham perseroan dari Rp100 per saham menjadi Rp20 per saham.
 
Jumlah saham beredar perseroan juga akan berubah dari 4.531.399.889 saham menjadi 22.656.999.445 saham. Jadwal pemecahan nilai nominal saham akan diumumkan lebih lanjut setelah perseroan menerima persetujuan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berharap likuiditas perdagangan saham perseroan di BEI akan meningkat dengan stock split ini. Peningkatan jumlah saham diharapkan dapat membuat saham kami lebih mudah diakses berbagai lapisan investor sehingga akan meningkatkan distribusi kepemilikan saham perseroan," ujar Direktur Keuangan TBIG Helmy Yusman Santoso dalam konferensi pers seusai RUPSLB.
 
Selain itu, RUPSLB telah menyetujui rencana penerbitan surat utang berdenominasi mata uang asing yang akan diterbitkan perseroan. Surat utang itu akan ditawarkan kepada investor di luar wilayah negara Republik Indonesia.
 
"Untuk bond issuen maksimal USD650 juta, maksimal tenornya 10 tahun, dan bunganya enam persen. Pada kenyataannya jumlah issuen-nya bisa lebih rendah daripada itu dan tenornya bisa lebih pendek," imbuh Helmy Yusman.
 
Menurut Helmy, rencana penerbitan surat utang tersebut telah dibahas dalam RUPS pada Mei lalu.
 
"Pada RUPS Mei itu kami mintakan approval di USD850 juta mata uang asing. Waktu itu rencananya kami terbitkan melalui anak perusahaan kita di Singapura, Tower Bersama Global," ungkapnya.
 
Akhirnya dalam RUPSLB struktur tersebut, surat utang direvisi dari USD850 juta menjadi maksimal USD650 juta, dan akan diterbitkan langsung oleh perusahaan holding yakni Tower Bersama Infrastruktur Tbk.
 
"Jadi, tidak melalui anak perusahaan lagi. Karena berubah struktur, kami harus meminta persetujuan RUPS," tuturnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif