PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tambah jumlah bank administrator rekening dana nasabah (RDN). (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tambah jumlah bank administrator rekening dana nasabah (RDN). (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

KSEI Tambah Jumlah Bank Pembayaran dan Bank RDN

Ekonomi pasar modal ksei
Annisa ayu artanti • 12 Juli 2019 17:18
Jakarta: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menambah jumlah bank administrator rekening dana nasabah (RDN) dan bank pembayaran untuk periode 2019-2024.
 
Jumlah bank administrator RDN yang sebelumnya berjumlah 14, meningkat menjadi 16 bank. Sedangkan bank pembayaran yang sebelumnya berjumah lima bank menjadi sembilan bank.
 
Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan kerja sama ini dilakukan untuk mendukung kegiatan penyelesaian dana di pasar modal Indonesia. Sebelumnya, kerja sama serupa telah dilakukan KSEI dengan tiga perbankan pada era penerapan scripless trading di 2000.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Alhamdulillah sekarang sudah 16 bank untuk mendukung kegiatan penyelesaian dana di pasar modal Indonesia," kata Uriep di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Uriep menjelaskan persyaratan penempatan posisi dana pada rekening khusus di bank telah diatur dan sesuai Peraturan Bapepam No.III.C.6 tentang Prosedur Operasi dan Pengendalian Intern Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.
 
Berawal menyelesaikan dana sebesar Rp730 miliar per hari pada 2000, kini di 2019 perputaran dana yang diselesaikan di KSEI sudah meningkat hingga mencapai sekitar Rp6 triliun per hari.
 
"Dengan semakin banyak dan beragamnya bank administrator RDN, maka akan memudahkan investor dalam melakukan investasi di pasar modal karena investor memiliki beberapa pilihan bank untuk pembukaan rekening RDN," jelas dia.
 
Selain itu, lanjut Uriep, penambahan jumlah bank pembayaran juga menjadi salah satu upaya KSEI untuk memperluas jaringan pasar modal melalui kerja sama Co-Branding dengan industri perbankan.
 
Lebih lanjut, katanya, pada periode 2019-2024, fungsi bank pembayaran akan berbeda dengan sebelumnya, sebab KSEI akan segera menerapkan penyelesaian dana atas transaksi di pasar modal menggunakan sistem BI-RTGS (Full Central Bank Money/Full CeBM) dalam mata uang rupiah. Sedangkan untuk penyelesaian dana atas transaksi pasar modal dalam yang menggunakan mata uang lain, KSEI telah menunjuk Bank CIMB NIaga sebagai bank pembayaran valuta asing.
 
Uriep juga mengatakan bank pembayaran KSEI pada periode kali ini akan berfungsi sebagai bank penyedia fasilitas intraday kepada perusahaan efek dan sekaligus bank administrator RDN. Fasilitas intraday merupakan fasilitas yang diberikan bank pembayaran kepada anggota kliring untuk dapat segera dipenuhi hak terima uangnya setelah menyelesaikan seluruh kewajiban efek.
 
"Dengan dukungan 16 bank administrator RDN, total jaringan perbankan yang dapat dimanfaatkan oleh investor pasar modal Indonesia sekitar 20 ribu cabang," tukas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif