Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Rupiah Masih Lanjut Terkoreksi

Ekonomi kurs rupiah
Antara • 20 November 2019 11:26
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi masih melanjutkan koreksi yang terjadi sejak awal pekan.
 
"Pagi ini mata uang kuat Asia yen, dolar Hong Kong dan dolar Singapura kompak dibuka melemah terhadap dolar AS yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini," kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 20 November 2019.
 
Adapun dari aktor eksternal, neraca perdagangan Jepang pada Oktober 2019 tercatat surplus 17,3 miliar yen, dari sebelumnya defisit sebesar 456 miliar yen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Surplus ini karena ekspor turun 9,2 persen (yoy). Penurunan ekspor Jepang tersebut telah berlangsung selama delapan bulan berturut-turut, dan merupakan penurunan yang terdalam sejak tiga tahun terakhir.
 
"Penurunan ini karena permintaan global yang turun terutama dari AS dan Tiongkok sejak perang dagang AS-Tiongkok yang telah berlangsung sejak 17 bulan terakhir," ujar Lana.
 
Namun di sisi impor juga tercatat turun tajam 14,8 persen (yoy). Penurunan ini juga telah terjadi selama enam bulan berturut-turut. Penurunan energi terutama berasal dari impor bahan bakar mineral (-24,9 persen yoy) yang digunakan sebagai bahan sektor manufaktur.
 
Lana memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.090 per USD hingga Rp14.110 per USD. Pada pukul 10.20 WIB, rupiah masih melemah enam poin atau 0,05 persen menjadi Rp14.097 per USD dari sebelumnya Rp14.091 per USD.
 
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.097 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.091 per USD.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif