Berdasarkan keterangan manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa, 23 Juli 2019, laba tersebut tumbuh lebih dari 150 persen dibandingkan dengan semester I-2018 yang hanya mencapai Rp40 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh kinerja penjualan yang meningkat signifikan hingga 24,4 persen atau mencapai Rp1,58 triliun akibat peningkatan produksi di dua pabrik.
"Peningkatan penjualan ini sejalan dengan penambahan kapasitas produksi di dua pabrik baru yaitu di Gresik dan Balikpapan yang membuat produksi roti per hari meningkat menjadi 5 juta roti per hari," kata manajemen.
Selain itu peningkatan penjualan juga terjadi karena jaringan distribusi perusahan semakin kuat. Saat ini perusahaan memiliki lebih dari 94.000 titik penjualan baik di kanal tradisional maupun moderen. Kemudian, perusahaan juga menerapkan inovasi dalam pemasaran dan penjualan yang proaktif selama musim liburan sekolah dan bulan Ramadan.
Di sisi lain, jika dilihat kuartal per kuartal, perusahaan mencatat penjualan kuartal II-2019 sebesar Rp795 miliar tumbuh lebih tinggi dibandingkan penjualan kuartal I-2019 sebesar Rp791 miliar. Manajemen melihat hal ini sebagai sinyal baik untuk perusahaan supaya dapat menjaga momentum pertumbuhan di semester kedua.
"Pada tahun-tahun sebelumnya penjualan selama musim libur panjang tercatat selalu lebih rendah karena menurunnya konsumsi roti anak sekolah. Hal ini membuat Perusahaan semakin mantap untuk menjaga momentum pertumbuhan di paruh kedua tahun 2019," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News