Direktur Utama Wika Beton Imam Sudiyono (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Direktur Utama Wika Beton Imam Sudiyono (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)

WIKA Beton Rambah Bisnis di Pengelolaan Air

Ilham wibowo • 21 Agustus 2019 14:56
Jakarta: PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) berencana mengembangkan fokus bisnis lain di sektor infrastruktur. Saat ini, proyek yang dijalankan sudah mengarah pada proyek pengelolaan air.
 
Direktur Keuangan Wika Beton Imam Sudiyono mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam berbagai proyek pembangunan infrastruktur di penjuru negeri demi mewujudkan Indonesia yang Iebih maju dan makmur. Perusahaan yang didirikan pada 1997 ini merupakan produsen beton pracetak terbesar di Asia Tenggara.
 
"Perseroan akan meningkatkan belanja modal dari Rp428 miliar menjadi Rp779 miliar yang difokuskan untuk pengadaan lahan peningkatan kapasitas produksi dan readymix," kata Sudiyono, dalam publik ekspos, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peningkatan belanja modal tersebut dicanangkan untuk bisa terealisasi pada tahun ini. Kinerja perusahaan yang telah memiliki 14 pabrik dan satu mobile plant yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia ini diproyeksikan tumbuh double digit.
 
"Tentunya belanja modal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan skala prioritas dan arus keluar neraca keuangan perusahaan," ungkapnya.
 
Direktur Oprasi Wika Beton Ketut Pasek Senjaya Putra memaparkan belanja modal tersebut juga dialokasikan unyuk pengembangan pabrik baru di Padang dan Balikpapan. Saat ini, inovasi produk terus dikembangkan dengan teknologi terkini yang diperlukan sesuai pesanan.
 
"Banyak inovasi yang kami diciptakan, mengarah pada limbah air bersih dan air kotor," ucapnya.
 
Pengelolaan air tersebut dinilai potensial mengantisipasi penurunan di sektor infrastruktur yang selama ini telah dikerjakan. Kebijakan ini juga dilakukan untuk tetap menjaga kinerja pertumbuhan perusahaan yang diproyeksikan stabil selama lima tahun mendatang.
 
"Peluang yang memungkinkan, ke depan akan berhadapan dengan pengelolaan air dan penyaluran air di perkotaan, bergeser dari produk yang diciptakan," pungkas Pasek.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif