IHSG. Foto : MI.
IHSG. Foto : MI.

IHSG Masih 'Terjangkit' Virus Korona

Ekonomi ihsg virus korona
Arif Wicaksono • 28 Januari 2020 17:12
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini melanjutkan penurunan sejak awal pekan. IHSG kembali tertekan sentimen virus korona yang masih mewabah di Tiongkok. Tak hanya IHSG, mata uang rupiah juga melemah.
 
IHSG turun 22,03 poin menjadi 6.111 pada penutupan Selasa sore, 28 Januari 2020. Volume perdagangan sebanyak 4,4 miliar lembar saham dengan nilai Rp4,6 triliun. Sebanyak 183 saham naik dan 270 saham turun. Indeks JII minus 2,77 poin dan LQ45 minus 3,12 poin. Sektor yang paling tertekan adalah industri dasar.
 
Pada perdagangan Senin, bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam zona merah. Indeks Nasdaq melemah 1,89 persen, disusul S&P 500 dan Dow Jones yang masing-masing turun sebesar 1,57 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pergerakan tersebut seiring dengan pergerakan bursa saham global yang masih disebabkan oleh kekhawatiran pasar terhadap virus korona yang kini terus menyebar luas.
 
Bahkan tercatat pada awal pekan ini jumlah kasus dan angka kematian di Tiongkok terus meningkat, yang kasusnya mencapai 2.862 orang dengan angka kematian sebanyak 81 orang. Sementara itu di Amerika Serikat kasus Korona kelima telah ditemukan sejak akhir pekan kemarin.
 
Oso sekuritas memperkirakan IHSG ditutup bearish candle. Adapun indikator Stochastic peluang golden cross dan MACD histogram bergerak negatif dengan volume turun.
 
Bloomberg melansir mata uang rupiah melemah 29 poin menjadi Rp13.644 per USD. Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah melemah 30 poin ke posisi Rp13.639 per USD. Bank Indonesia merekam mata uang rupiah ke Rp13.647 per USD.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif