medcom.id, Jakarta: Pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memberikan dampak yang bagus bagi kinerja PT Elnusa Tbk (ELSA). Hal itu dikarenakan penghasilan perseroan sebesar 60 persen didapatkan dari USD.
Direktur Utama (Dirut) ELSA, Syamsurizal Munaf, mengatakan penghasilan perseroan sebesar 60 persen dalam bentuk dolar AS, sedangkan sisanya 40 persen didapatkan dari rupiah. Sehingga dampak melemahnya rupiah menguntungkan perseroan.
"40 persen rupiah. Jadi yang rupiah anak usaha jualan tranportasi untuk bahan bakar. Namun kita masih bagus dari penguatan dolar AS," kata Syamsurizal, saat public expose perseroan, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (19/12/2014).
Dia menjelaskan, biaya perseroan pada dasarnya lebih besar menggunakan rupiah yakni mencapai 70-80 persen, sedangkan sisanya menggunakan dolar AS. Namun, biaya atau cost itu masih bisa diatasi dengan penghasilan yang didapatkan perseroan.
"Pendapatan perseroan meningkat akibat melemahnya rupiah terhadap USD. Jadi kita tenang saja dari pelemahan ini," ungkapnya.
Sekadar diketahui, hingga kuartal III-2014, Elnusa telah meraih peningkatan pendapatan yang naik tipis 3,43 persen menjadi Rp3,02 triliun, dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,92 triliun. Laba bersih perseroan menjadi Rp288,28 miliar, penjualan sebesar Rp87,25 miliar.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan