medcom.id, Jakarta: PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencetak laba bersih setelah pajak konsolidasi menjadi Rp687 miliar atau turun 21 persen pada kuartal I-2015, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp875 miliar.
Penurunan laba tersebut juga didorong dengan merosotnya pendapatan jasa perseroan dari Rp1,08 triliun menjadi Rp891 miliar. Meskipun demikian, jumlah kreditnya mencapai sebesar Rp135,7 triliun, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) tercatat stagnan pada angka 18,8 persen.
"Modal Danamon berada pada tingkat kecukupan dalam memenuhi persyaratan Basel III, di mana rasio loan to deposit yang sehat menunjukan bahwa Danamon memiliki pondasi yang kokoh untuk semakin tumbuh di masa mendatang," ujar Direktur Utama Danamon Sng Seow Wah, di Gedung Menara Bank Danamon, Jalan Prof. Dr. Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, (16/4/2015).
Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan) Danamon naik menjadi 2,5 persen jika dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya yang 1,9 persen. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga juga membaik dari 94,1 persen pada tahun sebelumnya menjadi 92,7 persen.
Sementara dari sisi beban operasional tercatat menurun dari Rp2,4 triliun menjadi Rp2,3 triliun. Pendapatan bunga bersih atau net interest income menjadi Rp3,430 miliar hingga kuartal I-2015 dari periode sama tahun sebelumnya Rp3,425 miliar.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan