Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim. Foto : Medcom.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim. Foto : Medcom.

Restrukturisasi Utang, Krakatau Steel Hemat Rp9,2 Triliun

Ekonomi bumn krakatau steel
Annisa ayu artanti • 28 Januari 2020 20:10
Jakarta: PT Krakatau Steel Tbk (Persero) akhirnya menyelesaikan restrukturisasi utang senilai USD2 miliar. Menurut Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim restrukturisasi utang perusahaan ini merupakan restrukturisasi utang terbesar yang pernah ada di Indonesia.
 
Setelah melewati perjalanan yang panjang, akhirnya perusahaan berkode emiten KRAS ini mendapatkan kredit dari 10 kreditur yang terdiri dari perbankan nasional dan asing.
 
"Ini restrukturisasi utang terbesar USD2 miliar dan memakan proses panjang, dari Desember 2018 sampai Januari 2020," kata Silmy di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Alhamdulilalh 12 Januari kita mendapat tanda tangan dengan 10 bank. Artinya 100 persen sudah terestruktur," ungkap Silmy.
 
Ia menjelaskan, melalui restrukturisasi ini, beban bunga dan kewajiban pembayaran pokok pinjaman menjadi lebih ringan sehingga membantu perbaikan kinerja perusahaan dan memperkuat cashflow perusahaan kedepannya.
 
Berdasarkan presentasi yang dipaparkan, kewajiban utang jatuh tempo tahun 2019 sebesar USD926 juta telah diubah menjadi pinjaman jangka panjang yang merupakan bagian dari restrukturisasi keuangan perseroan.
 
Penghematan biaya dari restrukturisasi dalam sembilan tahun ke depan sebesar USD685 juta (asumsi kurs Rp13.500 per USD mencapai Rp9,2 triliun) yang terdiri dari USD522 juta dari penghematan beban keuangan dan USD163 juta dari optimalisasi operasional perseroan.
 
"Total beban bunga selama sembilan tahun utang dapat diturunkan secara signifikan dari USD847 juta menjadi USD466 juta. Selain itu, penghematan biaya juga kita dapatkan dari restrukturisasi Krakatau Steel utang selama sembilan tahun sebesar USD685 juta," ujarnya.
 
Adapun skema restrukturiasi utang Kraktau Steel ini yang disepakati dengan kreditur dibagi dalam beberapa skema, yaitu tranche A dan tranche c2 dengan jumlah USD220 juta dan USD262 juta bertenor sembilan tahun.
 
Kemudian untuk skema Tranche B, utang yang akan diselesaikan sebesar USD735 juta dengan tenor tiga tahun. Lalu Tranche C1 dengan tenor sembilan tahun sebesar USD789 juta.
 
Berikut adalah rincian kreditur dalam restrukturisasi utang Krakatau Steel:
 
1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar USD618,28 juta.
2. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar USD425,92 juta.
3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar USD337,39 juta.
4. PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar USD238,33 juta.
5. PT Bank OCBC NISP Tbk sebesar USD138,65 juta.
6. PT Bank ICBC Indonesia sebesar USD44,26 juta.
7. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia sebesar USD79,83 juta.
8. PT Bank DBS Indonesia sebesar USD48,61 juta.
9. Standard Chartered Bank sebesar USD25,62 juta.
10. PT Bank Central Asia Tbk sebesar USD48,69 juta.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif