"Rupiah kemungkinan melemah di level Rp14.250 per USD-Rp14.280 per USD," tutur analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail dalam hasil risetnya, Senin, 19 Agustus 2019.
Pelemahan mata uang Garuda ini seiring dengan penguatan dolar AS serta pelemahan yuan setelah bank sentral Tiongkok (PBOC) menurunkan batas tengah perdagangan yuan dengan dolar menjadi 7,04 yuan per dolar.
"Kami juga memperkirakan bahwa BI (Bank Indonesia) akan mempertahankan tingkat suku bunga pada rapat RDG 22 Agustus seiring masih tingginya ketidakpastian di pasar," jelasnya.
Menurut dia, indeks dolar diperkirakan menguat ke level 98,2-98,40 terhadap mata uang kuat utama lainnya terutama euro.
Menguatnya dolar AS didorong oleh ekspektasi para pelaku pasar bahwa European Central Bank (ECB) akan kembali mengeluarkan stimulus moneter untuk mencegah pelemahaan lebih lanjut terhadap ekonomi Eropa dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News