Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

IHSG Diramal Lanjutkan Penguatan

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 03 Desember 2019 09:03
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki tren menguat dan diprediksi melanjutkan penguatan dari perdagangan kemarin. Atas kondisi itu, secara teknikal IHSG akan membentuk goldencross di area oversold yang mengindikasikan potensi penguatan.
 
Namun, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper menjelaskan penguatan diperkirakan hanya berlangsung dalam jangka pendek karena masih minimnya sentimen positif. Data inflasi yang seharusnya memberikan dampak positif terhadap gerak IHSG tidak berpengaruh signifikan karena di bawah ekspektasi pasar.
 
Dennies memprediksi indeks hari ini diperdagangkan di level support 5.987-6.059 dan resistance 6.166-6.201 "IHSG diprediksi menguat," kata Dennies, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara dari sisi global, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menjelaskan pada Desember investor dalam suasana risk-on setelah saham-saham meningkat usai data manufaktur lebih baik dari perkiraan di Tiongkok dan zona Eropa sehingga mendorong harapan ekonomi global yang mulai berbalik arah.
 
Indeks manufaktur PMI resmi melampaui perkiraan dan kembali pada zona ekspansi pada November. "Data indeks kinerja sektor manufaktur di November 2019 naik lebih dari dan ekspektasi mendorong optimisme investor," kata Lanjar.
 
Untuk hari ini, Lanjar mengatakan, investor akan mencari alasan lebih lanjut untuk bullish terhadap angka ketenagakerjaan yang akan dirilis minggu ini. Menurut Lanjar secara teknikal IHSG akan bergerak optimistis menguat mencapai target Moving Average 50 hari dengan potensi menguji resistance dan MA200.
 
"Diperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan hingga diatas MA50 dengan support resistance 6.100-6.210,"
 
Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal di antaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL).

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif