Lonjakan Saham ABBA Disebut Murni Kondisi Pasar

Annisa ayu artanti 20 September 2018 18:18 WIB
suspensi saham
Lonjakan Saham ABBA Disebut Murni Kondisi Pasar
Direktur Utama Mahaka Media Adrian Syarkawi (kanan). Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti.
Jakarta: PT Mahaka Medika Tbk menyatakan lonjakan saham ABBA murni karena pasar (market). Kata Direktur Utama Mahaka Media Adrian Syarkawi, lonjakan saham lantaran adanya sentimen positif atas terpilihnya Erick Thohir sebagai Ketua Tim Sukses Pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Itu market yang merespons. Mungkin melihat pemiliknya dia, mungkin orang lihatnya begitu," kata Adrian di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 20 September 2018.

Adrian sudah menyampaikan penjelasan kepada bursa mengenai kondisi perseroan saat ini. Bursa pun memberi jawaban agar perusahaan melakukan public expose hari ini.

"Sudah dibicarakan ke bursa, makanya disuruh buat (public expose) ini sama bursa. Jadi aturannya mereka itu suspend satu hari kemudian dibuka dilihat lagi kalau enggak bergerak, normal aman. Tapi kita begitu suspend, terus naik lagi, bergeraknya signifikan," jelas Adrian.

Mengenai suspensi ini, Adrian juga menuturkan perusahaan berkode ABBA ini akan
mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku. Khususnya, peraturan-peraturan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI seperti melaporkan keuangan pada semester I-2018.

Perusahaan juga belum berencana melakukan rencana aksi korporasi lain sebagai respons dari suspensi ini. "Sejauh ini, perseroan masih belum memiliki rencana aksi korporasi dalam bentuk apa pun," tutup dia.

Sebelumnya, saham ABBA dibekukan sementara oleh bursa pada perdagangan 17 September 2018. Pada saat itu bursa menilai saham perusahaan tersebut perlu cooling down karena terjadi peningkatan harga kumulatif secara signifikan.

Lalu perdagangan sesi I pada 18 September 2018, bursa membuka kembali perdagangan saham tersebut. Namun, pada perdagangan 19 September 2018 bursa kembali membekukan saham tersebut lantaran kembali terjadi peningkatan harga yang signifikan.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id