medcom.id, Jakarta: Meski perusahaan di terpa kondisi yang merugi sebesar 970 persen pada tahun lalu, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tetap optimis target produksi pada tahun ini meningkat. Target produksi baja perusahaan milik negara pada tahun ini meningkat sebesar 26 persen, dari 2,3 juta ton pada tahun lalu menjadi 2,9 juta ton di 2015 ini.
Seperti diketahui, berdasarkan laporan keuangan 2014 Krakatau Steel (KS) yang disampaikan Bursa Efek Indonesia pada Maret lalu, perusahaan pelat merah ini mengalami rugi bersih sebesar USD149,81 juta sepanjang tahun lalu. Jumlah kerugian tersebut membengkak dibandingkan catatan kerugian 2013 yang hanya USD13,9 juta.
Direktur Utama KS Sukandar mengungkapkan, optimis tersebut muncul karena pada tahun ini pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur secara besar-besaran, sehingga permintaan baja dari pemerintah akan meningkat.
"Pemerintah bangun infrastruktur dimana hal itu butuh steel dan semen. Mudah-mudahan itu akan membawa perbaikan bagi industri," ujar Sukandar, ditemui di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2015).
Ia mengakui, selama ini permintaan akan baja terus menurun tiap tahunnya. Bahkan, penurunan tersebut cukup drastis, yakni mencapai angka 30-40 persen per tahunnya. "Mudah-mudahan kondisi buruk ini temporer karena pemerintah kini tengah giat untuk membangun infrastruktur yang larinya ke steel dan semen. Mudah-mudahan larinya ke industri," harap dia.
Maka itu, ia meminta agar pemerintah segera melakukan belanja barang, utamanya baja, untuk membangun infrastruktur. Hal ini agar tak memperburuk kondisi Krakatau Steel yang diprediksi bakal merugi lebih besar jika pemerintah tak belanja baja.
"Saya harap pemerintah belanja infrastruktur segera dilakukan, karena kami sedang menunggu," pungkas Sukandar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News