Manajemen Sari Roti akan menerbitkan saham baru. (FOTO: ANTARA)
Manajemen Sari Roti akan menerbitkan saham baru. (FOTO: ANTARA)

Ekspansi Pabrik ke Luar Jawa & Filipina, Sari Roti Terbitkan 1,15 Miliar Saham Baru

Ekonomi nippon sari roti
Dian Ihsan Siregar • 07 Juli 2017 18:01
medcom.id, Jakarta: Pemegang usaha Sari Roti, yakni PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) bakal menerbitkan saham baru lewat mekanisme Hak Memesan ‎Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Rencananya saham yang ditawarkan sebanyak 1,15 miliar saham di harga nominal Rp20 per saham.
 
‎Terkait harga saham pada saat right issue, perseroan belum bisa memberikan jawaban. Namun demikian, dana right issue akan digunakan untuk ekspansi pembangunan pabrik baru. Target dana juga belum bisa diberitahukan ke publik.
 
"Seluruh dana yang diperoleh dari PUT I ini akan membiayai pabrik-pabrik baru, khususnya di Jawa, luar Pulau Jawa, dan Filipina," kata Direktur Independen Nippon Indosari Corpindo Alex Chin dalam siaran persnya, Jumat 7 Juli 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


‎Rencana pengembangan fasilitas produksi tersebut, sebut Alex, sejalan dengan upaya memastikan pertumbuhan yang berkesinambungan dalam merealisasikan visi perseroan menjadi salah satu produsen roti terbesar di Asia Tenggara, sertamenjadikan Sari Roti lebih dekat dengan konsumen.
 
Aksi korporasi ini juga, lanjut dia, akan semakin membuka banyak lapangan kerja baru di seluruh rantai suplai. Diharapkan ini dapat membantu perekonomian Indonesia.
 
Sebelumnya, Sari Roti mengaku memerlukan dana sebesar Rp100 miliar untuk membangun pabrik di Filipina, setelah sebelumnya Nippon Indosari membentuk perusahaan patungan bersama Monde Nissin Corporation. Nantinya, komposisi saham 55 persen untuk perseroan, sedangkan sisanya 45 persen akan diperuntukkan untuk Monde Nissin Corporation.
 
Selama menjalankan bisnis,perseroan telah mengeluarkan banyak 68 varian produk dengan merk Sari Roti, terdiri dari roti tawar, roti manis, hingga kue. Sepanjang kuartal I-2017, perseroan mengalami penurunan pendapatan sebesar 1,3 persen menjadi Rp602 miliar, dari posisi Rp610 miliar di akhir Maret 2016. Laba perseroan juga akhirnya turun menjadi Rp29,92 miliar, padahal kuartal I-2016 masih mencapai Rp86,34 miliar.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif