Dari kiri ke kanan:  Manager Komunikasi Internal BNI Syariah Alyusri, Pgs Manager Koordinator BNI Syariah Iqbal Taqiudin dan Sekretaris Perusahaan BNI Syariah Rima Dwi Permatasari (FOTO: BNI Syariah)
Dari kiri ke kanan: Manager Komunikasi Internal BNI Syariah Alyusri, Pgs Manager Koordinator BNI Syariah Iqbal Taqiudin dan Sekretaris Perusahaan BNI Syariah Rima Dwi Permatasari (FOTO: BNI Syariah)

2019, BNI Syariah Bidik Pendapatan Komisi Tumbuh 52%

Ekonomi bni syariah
Angga Bratadharma • 21 Mei 2019 20:42
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia Syariah atau BNI Syariah menargetkan pendaptan berbasis komsisi atau Fee Based Income (FBI) sebesar Rp115 miliar sampai akhir 2019, sejalan dengan berbagai inisiatif yang salah satunya dikontribusikan dari LinkAja. Adapun angka itu tumbuh sebanyak 52 persen dibandingkan dengan perolehan di 2018.
 
"Fee Based Income yang ditargetkan tumbuh 52 persen dan mencapai Rp115 miliar itu kebanyakan dikontribusikan dari administrasi tabungan, hazanah card, dari fee transaksional, dan lain-lain," kata Corporate Secretary BNI Syariah Rima Dwi Permatasari, di The Dharmawangsa, Jakarta, Selasa malam, 21 Mei 2019.
 
Di sisi lain, tambahnya, BNI Syariah berupaya terus tumbuh melalui pengembangan digital banking. Rencananya BNI Syariah bakal meluncurkan sebuah aplikasi yang bisa memudahkan masyarakat dalam bertransaksi di BNI Syariah. Namun, Rima masih enggan membocorkan lebih rinci terkait hal tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Inginnya diumumkan Juni ini atau paling lama di September. Nanti aplikasi ini bisa untuk membuka rekening atau top up dan semacamnya Jadi seperti one stop services application yang berstandar syariah," tuturnya.
 
Lebih lanjut, BNI Syariah senantiasa berkomitmen untuk menjadi hasanah banking partner bagi para nasabah dan masyarakat. Untuk itu, selama bulan suci ini, BNI Syariah menggelar serangkaian kegiatan dengan tema 'Green Ramadan untuk meraih Ramadan Berkualitas'.
 
Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo membenarkan pada Ramadan 1440 hijriah, BNI Syariah mengangkat tema Green Ramadhan. Tema ini dipilih karena BNI Syariah ingin membiasakan gaya hidup yang efisien, sehat, dan ramah lingkungan.
 
Sebagai institusi perbankan syariah yang berlandaskan maqoshid syariah, yakni menjaga agama (hifdz diin), menjaga jiwa (hifdz nafs), menjaga akal (hifdz aql), menjaga keturunan (hifdz nasb), dan menjaga harta (hifdz maal), BNI Syariah berupaya untuk menerapkan ekosistem perbankan yang ramah lingkungan dan ramah bagi iklim.
 
"Melalui Green Ramadan, kami berharap masyarakat dapat meningkatkan kualitas ibadahnya dengan semakin aware terhadap keberlangsungan lingkungan hidup. Hal ini sesuai dengan ayat suci Al-Quran QS. Al-Araf:7, di mana kita dilarang untuk berbuat kerusakan di muka bumi," kata Abdullah Firman Wibowo.
 
Selain itu, berbagai kegiatan pun digelar untuk menyambut bulan Ramadan, di antaranya kegiatan sosial Kisah Cinta Hasanah yaitu kunjungan ke beberapa tempat untuk berbagi kebahagiaan bersama orang-orang yang membutuhkan, berbagi takjil kepada segenap masyarakat menjelang waktu berbuka puasa, serta Mudik Hasanah bersama kaum dhuafa maupun hafidz Quran.
 
Selain itu, BNI Syariah juga mengadakan serangkaian kegiatan dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan segenap pegawai melalui Iktikaf Hasanah. Kegiatan ini serentak dilaksanakan di seluruh cabang di Indonesia.
 
BNI Syariah juga menawarkan berbagai promo di antaranya potongan harga, pemberian hadiah ketika melakukan transaksi dengan menggunakan kartu debit dan BNI iB Hasanah Card, tarif khusus pembiayaan paket umroh special Ramadan, serta tarif khusus untuk produk pembiayaan konsumer BNI Syariah.
 
"Dengan promo-promo yang kami berikan, kami berharap masyarakat dan para nasabah dapat bertransaksi secara bijak sebagai wujud penerapan Green Ramadhan," pungkas Firman.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif