Direktur dan Sekretaris Kalbe Bernadus Karmin Winata (kanan) serta Presiden Direktur Kalbe Vidjongtius (kiri). (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Direktur dan Sekretaris Kalbe Bernadus Karmin Winata (kanan) serta Presiden Direktur Kalbe Vidjongtius (kiri). (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Kalbe Farma Bayar Dividen Rp1,22 Triliun

Ekonomi kalbe farma
Ilham wibowo • 22 Mei 2019 14:37
Jakarta: PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) (Persero) membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp1,22 triliun. Angka tersebut setelah persetujuan dari para investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS).
 
Direktur dan Sekretaris Kalbe Bernadus Karmin Winata mengatakan pembagian dividen tersebut sebesar Rp26 per saham yang setara dengan rasio pembagian dividen di atas 50 persen atas laba bersih tahun buku 2018. Seusai dengan peraturan pasar modal yang berlaku, pembayaran dividen akan dilakukan selambatnya 30 hari setelah pengumuman hasil RUPST.
 
"Sebagai bagian dari komitmen kami untuk memberikan hasil yang optimal bagi pemegang saham, kami akan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,22 triliun," kata Bernadus dalam paparannya di kantor Kalbe, Pulomas, Jakarta Timur, Rabu, 22 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bernadus optimistis perseroan akan tetap tumbuh sesuai target yang dicanangkan pada periode mendatang. Anggaran belanja yang dikeluarkan bakal difokuskan untuk peningkatan kapasitas perusahaan.
 
"Kedepannya perseroan akan berupaya mempertahankan kebijkan untuk membagikan dividen sekitar 45-55 persen dari laba bersih dengan mempertimbangkan rencana pengembangan dan kebutuhan perseroan," paparnya.
 
Sementara itu, Presiden Direktur Kalbe Vidjongtius mengatakan perseroan menambah satu komisaris independen untuk masa jabatan hingga 2020. Hal ini dilakukan agar perseroan lebih banyak mendapatkan ide kreatif untuk peningkatan kapasitas produksi dan penjualan.
 
"Lilis Halim join sebagai dewan komisaris. Sekarang komposisi dewan komisaris jauh lebih baik, tiga dari tujuh komisaris yakni independen," ungkapnya.
 
Kalbe Farma dan entitas anak (Kalbe) mencatat laba bersih mencapai Rp2,457 miliar pada 2018. Angka itu tumbuh 2,2 persen dibandingkan dengan Rp2,404 miliar pada 2017. Pertumbuhan laba bersih terutama disebabkan oleh pertumbuhan penjualan dan pengendalian biaya pemasaran.
 
Penjualan bersih konsolidasi Kalbe mencapai Rp21,074 miliar di 2018. Pencapaian itu tumbuh 4,4 persen dibandingkan dengan perolehan Rp20,182 miliar pada periode yang sama 2017.
 
Adapun pertumbuhan penjualan sepanjang 2018 didukung oleh Divisi Obat Resept Perseroan yang membukukan pertumbuhan penjualan 2,8 persen menjadi Rp4,822 miliar, serta menyumbang 22,9 persen dari total penjualan bersih Kalbe di 2018. Divisi Produk Kesehatan meraih pertumbuhan penjualan 4,4 persen menjadi Rp3,569 miliar dengan kontribusi sebesar 16,9 persen terhadap total penjualan bersih Kalbe.
 
Penjualan bersih Divisi Nutrisi tercatat sebesar Rp6,308 miliar di 2018, tumbuh 3,4 persen dari pencapaian di tahun sebelumnya dan menyumbang 29,9 persen dari total penjualan bersih Kalbe. Sedangkan Divisi Distribusi & Logistik meraih peningkatan penjualan bersih 6,8 persen dari Rp5,970 miliar menjadi Rp6,375 miliar.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif