Industri Fesyen Diyakini Tetap Tumbuh di Tahun Politik

Ilham wibowo 19 November 2018 15:32 WIB
ipofesyen
Industri Fesyen Diyakini Tetap Tumbuh di Tahun Politik
Direktur Utama PT Mega Perintis FX Afat Adinata Nursalim. Medcom/Ilham Wibowo.
Jakarta: Direktur Utama PT Mega Perintis FX Afat Adinata Nursalim optimistis dengan pertumbuhan bisnis terutama pada ritel fesyen dan aksesoris khusus pria pada tahun politik. Dia mengatakan bahwa bisnis ini akan tumbuh double digit pada tahun depan.

"Proyeksi pendapatan kedepan kami kurang lebih di 2019 di kisaran Rp507 miliar tumbuh 14 persen dari nilai akhir tahun ini yang ditargetkan Rp444 miliar," ujar Afat dalam paparan publik perusahaan di Thamrin Nine, Jakarta, Selasa, 19 November 2018.

Dia juga menjelaskan bahwa kinerja perusahaan sampai Juni 2018 masih mencatatkan pertumbuhan secara berkesinambungan. Afat optimistis dengan prospek bisnis yang dijalankan perseroan. Apalagi, kata dia, ada indikasi optimisme dari konsumen hingga kini terus meningkat atau terus menunjukkan tren menguat yang tercermin pada Indeks Keyakinan Konsumen di level optimistis.

“Meningkatnya keyakinan konsumen ini juga didorong oleh membaiknya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan,” bebernya.

Perusahaan melepas sebanyak 230 juta lembar saham dengan kisaran harga Rp 250-Rp300 per lembar untuk pengembangan toko. Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dilakukan untuk penambahan gerai distribusi produk.

Pencatatan saham atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 12 Desember dengan estimasi pernyataan efektif diharapkan bisa diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 November 2018. Masa Pembentukkan harga atau bookbuilding rencananya dilakukan pada 19-22 November 2018 dengan masa penawaran awal IPO akan dilakukan pada 4-6 Desember.

"Memang bisnis ini dibangun pertama kali dari fesyen pria sehingga kemampuan kami kompetensi  lebih mengenal konsumen pria saat ini. Kemudian dengan di konsumen pria saja kami masih bertumbuh secara bisnis," ungkapnya.

Mega Perintis dimulai pada 1999 dengan membangun bisnis garmen dan berkembang melalui merek toko retail Manzone, dan merek pakaian MOC. Pada 2013, induk usaha mendirikan PT Mitrelindo Global dengan memegang brand Basic House asal Korea dan menjadi retailer resmi Nike di Indonesia dilanjutkan pada 2015 menjadi retailer Adidas Neo.

Pada 2014, anak usahanya yakni PT Mega Putra Garment dibentuk dengan mendirikan pabrik di Pemalang. Hingga saat ini perusahaan memiliki 573 gerai dan satu pabrik garmen dengan kapasitas 2,4 juta pakaian per tahun.

"Dalam survei konsumen yang belanja di toko kami 70 persen adalah pria dan 30 persen adalah wanita. Ternyata hasil survei menunjukkan wanita belanja di toko kami itu untuk suaminya atau adiknya atau pacarnya, jadi peluang fesyen ini masih terbuka," pungkas dia.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id