"Kerugian ini salah satunya disebabkan oleh peningkatan kelebihan pasokan baja dunia terutama dari Tiongkok yang mencapai 111 juta ton pada 2015, dibanding pada 2014 sebesar 83 juta ton. Ini berdampak pada penurunan harga baja domestik," jelas Direktur Utama Krakatau Steel Sukandar, ditemui usai RUPST Krakatau Steel, di Jakarta, Senin, 4 April.
Mengamati keadaan tersebut, tutur Sukandar, perseroan akan menerapkan efisiensi biaya guna menyiasati penurunan harga baja dunia. Menurut dia, pada tahun lalu, perseroan telah menjalankan realisasi efisiensi sebesar USD17,98 juta.
"Efisiensi tersebut berasal dari optimalisasi operasional, penurunan Non Conforming Product, efisiensi biaya angkutan, dan restrukturisasi organisasi," jelas Sukandar.
Namun demikian, tambahnya, perusahaan pelat merah di sektor baja ini pun telah dapat menekan beban pokok penjualan, di mana posisi beban pokok penjualan susut 8,2 persen di posisi semester II-2015, dari posisi semester I-2015.
"Beban pokok penjualan mampu menekan kerugian kotor dari USD73 juta menjadi USD20 juta," pungkas Sukandar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News