"Bangun pabrik di Rembang dan Indarung dengan kapasitas masing-masing pabrik 3 juta ton per tahun. Dua pabrik bisa 6 juta ton per tahun, sehingga kapasitas kita dari 31,8 juta ton per tahun, dengan tambahan itu 37,8 juta ton per tahun. Sedangkan dua juta ton lagi dihasilkan dari akuisisi," ujar Direktur Utama Semen Indonesia Suparni ketika ditemui usai RUPS tahunan perseroan di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (16/4/2015).
Dia menjelaskan, pembangunan dua pabrik menelan dana investasi sebesar 7,8 triliun yang juga diimbangi dengan utilisasi produksi. Perseroan menginginkan ada penambahan kapasitas 6,86 persen di 2017.
Selain itu, kapasitas produksi semen juga bakal bertambah dengan pembangunan pabrik baru yang ada di Jayapura dengan dana investasi sebesar USD150 juta. Pembangunan itu akan dimulai pada awal tahun 2016.
"Dengan penambahan pabrik di Jayapura maka akan ada tambahan 1 juta ton per tahun. Pasokan produksi akan bertambah laagi. Bangun pabrik yang disana (Papua) memakan waktu 30-32 bulan, atau tiga tahun sudah rampung lah," tukasnya.
Perlu diketahui, perseroan sudah meraih kapasitas produksi semen sebesar 31,8 juta ton per tahun di tahun lalu. Angka itu lebih besara jika dibanding perolehan produksi sebesara 30 juta ton di 2013.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News