Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Rupiah dan Peso Argentina akan Seret Pelemahan IHSG

Desi Angriani • 31 Agustus 2018 12:40
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali terdepresiasi sebesar 0,17 persen atau di level Rp14.710 pada perdagangan Jumat pagi. Tekanan tersebut dipicu oleh melemahnya mata uang peso Argentina dan lira Turki.
 
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan tekanan eksternal tersebut juga akan menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek. Dalam dua hari terakhir perdagangan dibuka melemah sebanyak 34 poin atau setara 0,6 persen ke posisi 5.984.
 
"Secara jangka pendek iya (tekanan eksternal), mudah-mudahan enggak sih, dua hari ini agak tertekan, tadi saja turunnya ke posisi 5.900 tapi sebetulnya mustinya enggak," katanya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018.

Menurutnya, pelemahan mata uang Garuda lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal berupa perang dagang dan gejolak ekonomi global ketimbang pergerakan IHSG. Pasalnya, pada pekan lalu, IHSG masih bergerak positif dengan capital inflow pada sisi saham maupun obligasi.
 
"Tentunya hari kemarin mereka keluar memang rupiahnya melemah tetapi di situ bisa dilihat bahwa pelemahan rupiah awal-awal bukan dari saham atau IHSG, bukan dari pasar modal tapi lebih ke arah eksternal," ungkap dia.
 
Bos Bursa pun meyakini anjloknya peso Argentina tidak akan menyebabkan krisis di dalam negeri lantaran Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang lebih kuat dari Argentina maupun Turki. 
 
"Fundamental kita beda dengan mereka, kita lebih strong ya," pungkas dia.
 
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terhempas ke zona merah seiring minimnya katalis positif dari dalam negeri. Bahkan, efek yang muncul dari kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada berkaitan dengan NAFTA perlu diwaspadai Pemerintah.
 
IHSG Jumat, 31 Agustus 2018, perdagangan pagi dibuka melemah sebanyak 34 poin atau setara 0,6 persen ke posisi 5.984. Sedangkan LQ45 melemah sebanyak 8,44 poin atau setara 0,9 persen ke posisi 944 dan JII melemah sebanyak 5,92 poin atau setara 0,9 persen ke posisi 658.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan