Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Tiga Emiten Baru Siap Melantai di Bursa

Ekonomi emiten ipo
Annisa ayu artanti • 08 Juli 2019 06:33
Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kedatangan tiga pemain baru yang melakukan pencatatan umum saham perdana (listing) pada pagi ini. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Envy Technologies Indonesia Tbk, PT MNC Vision Networks Tbk, dan PT Berkah Prima Perkasa Tbk.
 
Berdasarkan catatan Medcom.id, Senin, 8 Juli 2019, Envy Technologies Indonesia akan melantai di bursa dengan kode saham ENVY. Perusahaan akan melepas 1,8 miliar lembar saham kepada publik.
 
Rencananya, perseroan menawarkan harga saham saat IPO sekitar Rp350-Rp475 per saham. Sehingga diperkirakan akan meraih dana segar sekitar Rp240 miliar sampai Rp360 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senior Vice President PT Erdikha Elit Sekuritas Toto Sosiawanto selaku penjamin pelaksana emisi efek sebelumnya merinci sebanyak 31,4 persen dari raihan dana tersebut digunakan untuk kegiatan usaha sistem integrasi informatika.
 
Lalu, sebanyak 24,56 persen digunakan untuk kegiatan usaha sistem integrasi telekomunikasi. Serta sebanyak 2,11 persen akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan di antaranya untuk Future Product Development dan Existing Product Development.
 
Sementara itu, MNC Vision Networks (MVN) akan menawarkan kurang lebih 3,5 miliar lembar sahamnya kepada publik dengan harga Rp231-Rp243 per saham. Target dana yang akan diperoleh dari aksi IPO sekitar Rp814 miliar hingga Rp856 miliar.
 
Salah satu unit usaha milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo ini berencana menggunakan dana IPO untuk memperkuat struktur permodalan dan anak bisnisnya. MVN merupakan holding dari anak usaha PT MNC Sky Vision (MSKY), PT MNC Kabel Mediakom, PT MNC OTT Network, dan PT Nusantara Vision.
 
Sedangkan emiten Berkah Prima Perkasa akan diperdagangkan dengan kode saham BLUE. Perusahaan telah menunjuk PT Indo Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perseroan akan menawarkan saham sebanyak 168 juta lembar saham dengan nominal Rp100 dan harga penawaran Rp130 per saham.
 
Adapun dana dari IPO tersebut akan dugunakan untuk pelunasan pokok obligasi wajib konversi yang dimiliki oleh Koperasi Bintang Timur Kapital sebanyak Rp10,68 miliar dan untuk pelunasan pokok obligasi wajib konversi yang dimiliki oleh PT MNM Indonesia sebanyak Rp7,4 miliar.
 
Kemudian untuk pembayaran denda pelunasan atas obligasi wajib konversi yang dimiliki oleh Koperasi Bintang Timur Kapital dan PT MNM Indonesia sebesar Rp633,5 juta dan sisanya untuk modal kerja dan kegiatan bisnis perseroan, seperti pembelian barang dagangan tinta, kertas termal, dan printer thermal portabel.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif