Ilustrasi Bank Danamon. (FOTO: dok Bank Danamon)
Ilustrasi Bank Danamon. (FOTO: dok Bank Danamon)

Pemegang Saham Setujui Merger BNP ke Danamon

28 Maret 2019 10:41
Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Danamon Tbk menyetujui rencana penggabungan usaha antara Danamon dan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP).
 
Danamon nantinya bertindak sebagai bank hasil penggabungan. Terkait dengan rencana tersebut, RUPSLB sepakat untuk melakukan perubahan pada susunan dewan komisaris yang berlaku efektif setelah penggabungan usaha.
 
Danamon juga telah mendapatkan pernyataan efektif atas rencana penggabungan usaha perseroan dengan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 21 Maret 2019. Merger kedua bank akan berlaku efektif pada 1 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rencana merger kedua bank yang sahamnya dikendalikan MUFG Bank Ltd asal Jepang ini diperkirakan menghasilkan bank beraset Rp186,62 triliun pascamerger.
 
MUFG Bank Ltd memiliki 40 persen saham di Bank Danamon. Di Bank Nusantara Parahyangan, MUFG Bank secara langsung memiliki 7,91 persen saham, sedangkan melalui anak usahanya, ACOM Co Ltd, sebesar 67,59 persen sehingga total kepemilikan saham di bank tersebut 75,5 persen.
 
Menurut aturan kepemilikan tunggal atau single presence policy (SPP), kedua bank yang berada di bawah pemegang saham pengendali yang sama itu harus digabungkan.
 
Di sisi lain, MUFG berencana meningkatkan kepemilikan di Bank Danamon hingga mendekati 80 persen. Per 3 Oktober 2018, MUFG telah menguasai 40 persen saham Bank Danamon. Untuk memiliki saham Bank Danamon lebih dari 40 persen MUFG membutuhkan restu dari OJK. Pasalnya, Peraturan OJK Nomor 56/POJK.03.2016 tentang kepemilikan saham bank umum mengatur lembaga keuangan hanya boleh memiliki saham bank umum maksimal 40 persen.
 
Bagi Dividen
 
Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) juga disetujui pembayaran dividen sebanyak 35 persen atau Rp1,37 triliun dari laba bersih perseroan pada 2018 sebesar Rp3,92 triliun. Dengan demikian, nilai dividen yang dibagikan Rp143,22 per saham. Adapun satu persen dari laba bersih akan dialokasikan sebagai cadangan umum dan sisa dari laba akan dibukukan sebagai laba ditahan perseroan.
 
"Sisa dari laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan oleh Danamon," demikian keterangan tertulis Danamon seusai rapat tersebut. (Media Indonesia)
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif