Direktur Keuangan PT Krakatau Steel Tambok P Setyawati S mengatakan kerugian yang dialami perseroan sejak lima tahun terakhir terus mengalami perbaikan serta menuju tren positif pada 2018.
"Kami masih negatif tapi negatifnya jauh membaik, dan juga kami melihat trennya mulai positif di 2018," ujar Tambok dalam sebuah jumpa pers di Kompleks PT Krakatau Steel di Cilegon, Banten, Selasa, 20 Maret 2018.
Sementara EBITDA sepanjang 2017 menjadi USD155,18 juta atau meningkat signifikan sebesar 50,30 persen dari USD103,24 juta pada tahun sebelumnya. Hal itu akibat dari menurunnya kerugian sebelum pajak dari USD134,5 juta menjadi USD41,12 juta.
"Parameter kinerja ini menjadi sebuah nilai positif bagi Krakatau Steel dan kami yakin akan semakin lebih baik lagi di 2018 ini," tuturnya.
Namun demikian Direktur Utama PT Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi menyatakan kinerja perseroan sepanjang 2017 menunjukkan perbaikan yang signifikan. Krakatau Steel mampu membukukan kenaikan pendapatan sebesar 7,76 persen menjadi USD1.449,02 juta.
Dengan kenaikan tersebut, laba operasi meningkat tajam 1.055 persen secara tahunan menjadi USD50,74 juta. "Dengan ini kami semakin optimistis kinerja Perseroan semakin lebih baik lagi dan siap menghadapi segala tantangan di 2018," ujarnya.
Selain itu, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi secara signifikan melonjak 203,74 persen secara tahunan menjadi USD204,16 juta seiring dengan kenaikan pendapatan bersih.
Mas Wig mengatakan salah satu faktor yang mendukung peningkatan pendapatan ini adalah naiknya harga jual rata-rata produk baja di 2017. Harga jual rata-rata produk baja Hot Rolled Coil mengalami peningkatan 32,68 persen menjadi USD597 per ton di 2017 dari USD450 per ton di 2016.
Untuk perkembangan proyek strategis, lanjutnya, progress fisik pembangunan Pabrik Baja Canai Panas #2 (Hot Strip Mill/HSM #2) telah mencapai 58,39 persen per 28 Februari 2018 lalu.
"HSM #2 ini akan menambah kapastias produksi HRC Perseroan sebesar 1,5 juta ton per tahun dan akan mulai beroperasi pada triwulan IV 2019," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News