Selama 2017, Waskita Beton Precast Raih Kontrak Baru Rp11,03 Triliun

Dian Ihsan Siregar 13 Januari 2018 21:24 WIB
waskita beton precast
Selama 2017, Waskita Beton Precast Raih Kontrak Baru Rp11,03 Triliun
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)
Jakarta: PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp11,03 triliun di sepanjang 2017. Pencapaian tersebut setara dengan 89,67 persen dari target kontrak baru 2017 sebesar Rp12,3 triliun.

"Ada sejumlah proyek yang semula direncanakan didapat pada 2017, menjadi ditargetkan pada kuartal I-2018. Proyek tersebut antara lain proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi dan Jembatan Penajam," ungkap Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast Ratna Ningrum, dalam keterangan resminya, Sabtu, 13 Januari 2018.

Perolehan nilai kontrak baru 2017, tutur Ratna, berasal dari beberapa proyek besar yang tengah dikerjakan oleh Waskita Beton Precast, seperti pekerjaan tambahan di proyek Jalan Tol KLBM (Krian-Legundi-Bunder-Manyar), proyek Jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) seksi 2, proyek Jakarta-Cikampek (elevated), proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, dan lain-lain.

Kebanyakan, Ratna mengaku, kontrak baru sebesar ‎61 persen datang dari internal dan sebesar 39 persen datang dari eksternal. Sedangkan jika dibandingkan pada tahun 2016, porsi proyek internal sebesar 73 persen dan sebesar 27 persen berasal dari proyek eksternal.

Pada 2018 ini, masih terdapat sisa nilai kontrak dari tahun lalu yaitu sebesar Rp13,65 triliun. Kontrak itu datang dari beberapa proyek, seperti proyek Jalan Tol KLBM Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM).

"Lalu ada proyek jalan tol Bocimi Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Jakarta-Cikampek (elevated), CCTW (Cimanggis-Cibitung) seksi I & II, dan proyek Jalan Tol Semarang-Batang," sebut Ratna.

Ratna menambahkan, terhitung pada Desember 2017, penerimaan termin dari pelanggan tercatat sebesar Rp1,47 triliun. Sedangkan untuk total penerimaan termin sampai akhir 2017 tercatat senilai Rp4,63 triliun.

"Angka tersebut naik sebesar 372,77 persen dibandingkan penerimaan termin pada akhir 2016 sebesar Rp978,96 miliar," tutur Ratna.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id