OJK Dorong Percepatan Pertumbuhan Pasar Modal Syariah

Ilham wibowo 10 Agustus 2018 15:31 WIB
ojkpasar modal syariah
OJK Dorong Percepatan Pertumbuhan Pasar Modal Syariah
Ketua DK-OJK Wimboh Santoso (kedua dari kiri) (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa percepatan pertumbuhan pasar modal syariah masuk dalam prioritas kebijakan. Sektor keuangan berbasis syariah tersebut dinilai strategis dalam perekonomian nasional sehingga menjadi penting untuk terus dikembangkan lebih maksimal di masa mendatang.

"Percepatan pertumbuhan pasar modal syariah dilakukan melalui pengembangan variasi produk saham syariah seperti sukuk wakaf dan EBA syariah," ujar Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Wimboh Santoso, saat menghadiri perayaan HUT Pasar Modal Indonesia, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018.

Pada tahun ini, lanjut Wimboh, kajian strategis telah dilakukan untuk menjadi landasan yang kuat guna mendukung percepatan pertumbuhan pasar modal syariah. Percepatan itu pun dinilai telah dirasakan dengan meningkatnya pertumbuhan jumlah saham syariah.

"Sampai dengan 8 Agustus 2018 pertumbuhan jumlah saham yang masuk dalam daftar efek syariah sebanyak 393 dengan nilai kapitalisasi Rp3.587,81 triliun," paparnya.

Sedangkan jumlah outstanding sukuk hingga Agustus 2018 tercatat sebanyak 91 sukuk dengan nilai emisi Rp17,34 triliun atau tumbuh sebanyak 10,17 persen."Reksa dana syariah yang beredar sebanyak 204 dengan nilai NAB sebesar Rp32,59 triliun atau tumbuh 15,12 persen. Jumlah ahli syariah hingga saat ini sebanyak 79 pihak," bebernya.

Program strategis lain dilakukan pada bidang pengaturan. Sampai periode Agustus 2018 ini, OJK telah mengeluarkan beberapa peraturan terkait pasar modal yakni sebanyak lima Peraturan OJK (POJK) dan satu Surat Edaran (SE) OJK.

"Satu aturan terkait dengan bidang transaksi dan lembaga efek, tiga aturan terkait bidang emiten dan perusahaan publik, satu aturan terkait pengelolaan investasi, serta satu aturan terkait pasar modal syariah," ucapnya.

Perluasan akses pasar untuk meningkatkan inklusi pasar modal melalui equity crowdfunding dan penawaran umum efek bersifat utang dan sukuk diberikan kepada pemodal profesional. Kemudian, OJK terus mendorong peningkatan pertumbuhan jumlah investor domestik secara lebih progresif dengan mendorong lembaga jasa keuangan dan individu-individu profesional.

"Hal itu agar segera dimanfaatkan secara optimal terkait regulasi dan kebijakan yang terkait dengan upaya pendalaman pasar modal dalam rangka mewujudkan kemandirian finansial masyarakat," pungkasnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id