Ilustrasi korona. Medcom.id
Ilustrasi korona. Medcom.id

Ombudsman Dalami Dugaan Malaadministrasi Ekspor APD

Ekonomi Virus Korona
Kautsar Widya Prabowo • 08 April 2020 13:37
Jakarta: Ombudsman Republik Indonesia (ORI) tengah mendalami kontroversi ekspor masker dan alat pelindung diri (APD). Pemerintah diminta tegas melarang eskpor perlengkapan medis tersebut guna menunjang penanganan pandemi korona (covid-19).
 
"Kementerian Kesehatan atau instansi terkait dapat mengusulkan ekspor bahan baku, masker, antiseptik, dan APD ke dalam larangan yang diatur peraturan menteri perdagangan," ujar anggota ORI Alamsyah Saragih di Jakarta, Rabu, 8 April 2020.
 
Ia menilai langkah tersebut dapat membuat Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai memperketat pengawasan eskpor masker dan APD. ORI juga telah meminta pemerintah menerbitkan kebijakan larangan eskpor dan mengatur harga di tengah pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alamsyah menyebut, bila pemerintah menyadari kebutuhan domestik tinggi akan APD dan masker, harunya dapat mempertimbangkan menerapkan domestic market obligation (DMO) bagi industri yang memproduksi.
 
ORI juga tengah mendalami ada tidaknya pembiaran eskpor untuk masker dan APD. Hal itu dapat menyebabkan pemerintah melakukan maladministrasi.
 
"Kebutuhan masyarakat dan pelayanan kesehatan terganggu adalah suatu maladministrasi," jelas dia.
 
(Baca: Jokowi Minta Ekspor Alkes dan Masker Disetop)
 
Sementara itu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir siap melaksanakan perintah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengurangi bahkan menyetop ekspor produk masker dalam negeri.
 
Erick pun akan memerintahkan perusahaan BUMN, yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), melalui usahanya yakni Rajawali Nusindo, agar melaksanakan perintah tersebut.
 
"Oke kalau Pak Menko setop, kita juga setop," kata Erick ditemui di apotek Kimia Farma, Menteng Huis, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Maret 2020.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor masker dari Indonesia ke Singapura, Tiongkok, dan Hong Kong melonjak signifikan. Peningkatan ekspor mencapai 4.098 persen pada Februari 2020 dibandingkan bulan sebelumnya.
 
Ekspor masker ke tiga negara tersebut pada Februari mencapai USD73,9 juta. Padahal di Januari 2020 ekspor ke Singapura, Tiongkok, dan Hong Kong hanya USD1,76 juta.
 
Jika dibandingkan dengan 2019, total ekspor masker juga mengalami kenaikan cukup drastis. Ekspor masker ke-3 negara hanya USD14.996 pada 2019 sedangkan pada 2020 mencapai USD75,67 juta.
 
Selama dua bulan pertama tahun 2020, ekspor masker ke Singapura paling tinggi. Ekspor mencapai USD36,84 juta atau naik drastis dari USD4.451 pada 2019.
 
Ekspor masker ke Tiongkok tercatat USD26,43 juta pada 2020 atau naik dari 2019 yang hanya USD496. Sedangkan ekspor masker ke Hong Kong pada 2019 hanya USD10.049, kemudian mengalami kenaikan menjadi USD12,39 juta.
 
(REN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif