Menurut Mochtar, ilmu mengenai globalisasi ekonomi dan teori ekonomi banyak didapat oleh Prof Pang Lay Kim. Dengan bakal pengetahuan dan pengalaman selama ini, Mochtar mencoba memadukan antara teori ekonomi dengan praktik di lapangan.
"Pada akhirnya, saya putuskan mengambil tiga langkah kebijakan mengantar Lippo Group masuk ke dalam masyarakat globalisasi ekonomi secara aktif dan produktif," ungkap Mochtar, seperti mengutip dalam buku yang ditulisnya 'Manusia Ide', seperti diberitakan Minggu (31/1/2016).
Langkah pertama yang dilakukan, Mochtar mengundang puluhan pakar pasar modal dan keuangan dari Amerika Serikat (AS) untuk modernisasi dan standarisasi struktur dan manajemen Lippo Group. Dia menyebutnya sebagai langkah globalisasi sumber daya manusia (SDM).
Kedua, setelah modernisasi dan standarisasi Lippo Group dan LippoBank tetap mengguna jasa pakar Amerika melalui pasar modal. "LippoBank mulai go public, menghimpun dana. Kami sebut itu sebagai langkah globalisasi kapital," jelas Mochtar.
Kemudian, langkah ketiga yang diambil pemilik hotel Aryaduta ini langsung mulai mencari peluang bisnis di Singapura, Hong Kong, dan Amerika Serikat (AS). Perjalanan yang ketiga ini dinamai globalisasi bisnis.
"Dengan semua yang dilakukan, semua perusahaan Lippo Group sudah go public. Kelompok ini merupakan bisnis pertama di Indonesia yang sudah go public setelah terbentuknya lembaga pasar modal. Sesuai kemajuan prestasi dan reputasi, perusahaan kami di Hong Kong dan Singapura juga sudah mempunyai syarat untuk go public," jelas dia.
Lippo Group sendiri, tambah Mochtar, merupakan perusahaan go public pertama di luar negeri. Karena itu, Lippo Group adalah perusahaan yang sudah globalisasi total, sebagai bukti konkret untuk mengolah batu menjadi emas dan ular menelan gajah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News