Ilustrasi. MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. MI/ROMMY PUJIANTO

Rupiah Pagi Melemah ke Rp14.100/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 22 November 2019 09:05
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terpantau melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.091 per USD. Mata uang Garuda belum berhasil meredam keperkasaan mata uang Paman Sam meski Bank Indonesia tidak mengubah tingkat suku bunga acuan.
 
Mengutip Bloomberg, Jumat, 22 November 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.100 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.100 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.885 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya di akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Penguatan terjadi karena para investor mempertimbangkan sejumlah rilis data ekonomi yang beragam.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,07 persen menjadi 97,9964 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1059 dari USD1,1069 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2989 dari USD1,2920 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,6784 dibandingkan dengan USD0,6795. Dolar AS dibeli 108,63 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,62 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9931 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9913 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3277 dolar Kanada dari 1,3311 dolar Kanada.
 
Di bidang ekonomi, klaim pengangguran awal AS, atau jumlah orang yang mengklaim tunjangan pengangguran, tercatat 227 ribu, tidak berubah dari tingkat direvisi pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan.
 
Sementara itu, indeks ekonomi utama untuk Amerika Serikat turun 0,1 persen pada Oktober menjadi 111,7, menyusul penurunan 0,2 persen pada September dan Agustus, menurut laporan oleh lembaga riset swasta The Conference Board.
 
"Penurunan ini didorong oleh kelemahan dalam pesanan baru untuk manufaktur, rata-rata jam kerja mingguan, dan klaim asuransi pengangguran," kata Ataman Ozyildirim, analis senior di The Conference Board.
 
Dolar AS juga masih mendapat dukungan dari rilis risalah pertemuan Oktober Federal Reserve (Fed) AS yang menunjukkan bahwa bank sentral AS tidak perlu memangkas suku bunga sekali lagi kecuali ada penilaian ulang material dari prospek ekonomi.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif