Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Bursa Belum Mau Buka Suspensi Saham Jababeka

Ekonomi suspensi saham kawasan industri jababeka
Annisa ayu artanti • 12 Juli 2019 13:55
Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) belum mau membuka pemberhentian perdagangan atau suspensi saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang diberlakukan sejak 8 Juli 2019 lalu.
 
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan pihak bursa masih melakukan konfirmasi terhadap kasus yang terjadi pada KIJA. Terutama, penjelasan mengenai klausul penerbitan surat utang global.
 
"Suspensi belum dibuka. Kan mereka ada perjanjian ada dipenerbitan global bond, itu yang mau kita klarifikasi," kata Nyoman saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nyoman menjelaskan meski pihak KIJA sudah menyampaikan penjelasan dalam keterbukaan informasi BEI Kamis malam, 11 Juli, pihak bursa menganggap informasi tersebut belum cukup. Dalam keterbukaan informasi itu KIJA hanya menjawab dan mengklarifikasi pemberitaan di media saja.
 
Bursa menginginkan KIJA bisa melakukan dengar pendapat atau hearing kembali untuk menjelaskan apa yang terjadi di tubuh perusahaan. Di dalam dengar pendapat ada beberapa pertanyaan yang bisa menambah informasi mengenai kasus KIJA.
 
"Kita tunggu dulu. Hearing lebih banyak pertanyaan. Tunggu lagi sehingga informasinya lebih banyak. Kita dalami lagi beberapa hal termasuk yang jadi concern kita. Pengendali dari sisi apa. Kita bikin juga pertanyaan kesepakatan yang ada," jelas Nyoman.
 
Pekan lalu, Kawasan Industri Jababeka telah mengumumkan potensi gagal bayar surat utang (notes) yang diterbitkan anak usaha.Risiko gagal bayar ini mnucul sebagai akibat dari pengubahan susunan anggota direksi dan anggota dewan komisaris dalam RUPS.
 
Jababeka diwajibkan untuk memberi penawaran pembelian kepada pemegang notes dengan harga 101 persen dari nilai pokok notes sebesar USD300 juta dan ditambah kewajiban bunga.
 
"Dalam hal perseroan tidak mampu melaksanakan penawaran pembelian tersebut, maka perseroan/Jababeka International B.V akan berada dalam keadaan lalai atau default," jelas Manajemen Jajabeka.
 
Kondisi lalai atau default tersebut mengakibatkan perseroan atau anak-anak perusahaan perseroan lainnya menjadi dalam keadaan lalai atau default terhadap masing-masing kreditur. Atas kondisi tersebut pada 8 Juli 2019 BEI melakukan suspensi saham KIJA di seluruh pasar sejak sesi II perdagangan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif