Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Rupiah dan IHSG Kompak Terpental ke Zona Merah

Ekonomi ihsg kurs rupiah
Angga Bratadharma • 23 Januari 2020 09:26
Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau melemah tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.646 per USD. Mata uang Garuda belum berhasil meredam keperkasaan mata uang Paman Sam, di tengah sidang pemakzulan Presiden AS Donald Trump.
 
Mengutip Bloomberg, Kamis, 23 Januari 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp13.641 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka di kisaran Rp13.615 hingga Rp13.641 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.424 per USD.
 
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini bergerak di zona merah atau melemah 1,33 poin, setara 0,1 persen ke posisi 6.232. Sedangkan LQ45 melemah sebanyak 0,80 poin atau setara 0,1 persen ke posisi 1.020 dan JII turun sebanyak 0,12 poin atau setara 0,0 persen ke posisi 682.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kurs dolar Amerika Serikat tidak berubah terhadap sekeranjang mata uang lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi karena permintaan terhadap mata uang safe-haven berkurang.
 
Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, datar di 97,534. Stabilnya kurs USD juga didorong berkurangnya kekhawatiran tentang apakah penyebaran virus korona seperti flu akan merugikan ekonomi global.
 
Kematian akibat virus mirip flu baru di Tiongkok naik menjadi 17, dengan lebih dari 540 kasus dikonfirmasi, menyebabkan kota di pusat wabah menutup jaringan transportasi dan mendesak warga untuk tinggal di rumah guna membatasi penyebaran penularan.
 
Respons dan keterusterangan Tiongkok, berbeda dengan cara Tiongkok menangani epidemi Sindrom Pernafasan Akut (SARS) parah pada 2002-2003, meyakinkan investor yang khawatir tentang kemungkinan kejatuhan global.
 
"Kekhawatiran virus mereda sedikit dalam semalam karena pasar mendapatkan transparansi yang lebih besar di sekitar masalah dari Tiongkok dan negara-negara lain daripada yang mereka lakukan dengan SARS misalnya," kata Brad Bechtel, direktur pelaksana Jefferies di New York, mengatakan dalam sebuah catatan.
 
Permintaan investor untuk mata uang safe-haven lainnya juga diredam. Terhadap yen Jepang dan franc Swiss, yang cenderung menarik investor selama masa-masa tekanan geopolitik atau finansial, dolar AS sedikit berubah.
 
"Bukan berarti kita keluar dari masalah ini karena saya masih memperkirakan dengung berita utama negatif sampai kita benar-benar semuanya telah teratasi tetapi untuk sekarang semuanya sudah beres," pungkas Brad.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif