NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Virus Korona Jerumuskan Rupiah ke Level Rp14 Ribu/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 28 Februari 2020 08:52
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terpantau melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.025 per USD. Mata uang Garuda terpental ke zona merah di tengah meningkatnya kekhawatiran virus korona yang mulai menyebar di luar Tiongkok.
 
Mengutip Bloomberg, Jumat, 28 Februari 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.060 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.060 hingga Rp14.087 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.893 per USD.
 
Sementara itu, dolar Amerika Serikat (USD) jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi karena investor bertaruh Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga untuk mengimbangi dampak penyebaran Virus korona, memberikan euro kenaikan harian terbesar sejak Mei 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harapan pedagang akan penurunan suku bunga pada Maret meningkat menjadi 54,3 persen berbanding 33,2 persen pada Rabu waktu setempat, menurut alat FedWatch CME Group. Ekspektasi untuk penurunan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) juga telah meningkat.
 
"Kami melihat pembalikan besar dari nasib dolar," kata Wakil Presiden Bidang Perdagangan Tempus Inc, John Doyle.
 
Dengan suku bunga AS jauh lebih tinggi daripada rekan-rekan G10, dan karenanya ruang lingkup mereka jatuh jauh lebih luas, investor membalikkan dolar. "Ekspektasi penurunan suku bunga telah mendapatkan momentum dan ekspektasi suku bunga AS turun jauh lebih banyak daripada di zona euro," kata Thu Lan Nguyen, seorang analis di Commerzbank.
 
"Apakah dolar mundur lebih lanjut tergantung pada data ekonomi tentang dampak virus korona pada kepercayaan dan perdagangan di luar Tiongkok," tambah Nguyen.
 
Terhadap euro, dolar jatuh ke level terendah tiga minggu, melayang di bawah 1,099, turun 1,02 persen pada Kamis sore. Indeks dolar turun 0,658 persen menjadi 98,463, setelah sebelumnya jatuh ke level terlemah sejak 6 Februari.
 
Dolar telah turun sekitar satu persen sejak minggu lalu, ketika menyentuh dekat level tertinggi tiga tahun berkat kepercayaan mata uang safe-haven-nya dan kepercayaan investor bahwa ekonomi AS relatif terlindung dari kejatuhan Virus korona. Tetapi daya tariknya sebagai mata uang safe-haven telah berkurang.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif