Ilustrasi BI - - Foto: ANTARA / Rosa Panggabean
Ilustrasi BI - - Foto: ANTARA / Rosa Panggabean

BI Sebut Dampak Virus Korona ke Pasar Keuangan Sementara

Ekonomi bank indonesia Virus Korona pasar keuangan
Eko Nordiansyah • 13 Februari 2020 19:26
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai dampak virus korona terhadap pasar keuangan Indonesia bersifat sementara. Pasalnya, stabilitas nilai tukar rupiah masih terjaga dengan baik.
 
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan risiko penyebaran virus korona hanya sementara atau belum permanen. Apalagi baru-baru ini beredar kabar penemuan vaksin korona sehingga kekhawatiran akan segera mereda.
 
"Kalau dampak ke pasar keuangan rupiah masih stabil, jadi lihat risiko ya sebagai risiko. Tapi jangan lihat ini permanen masih terlampau singkat untuk menjadikan ini skenario pelemahan," kata dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan penyebaran virus korona lebih berpengaruh terhadap kinerja perdagangan antarnegara-negara di dunia. Meski demikian, Dody berharap pemulihan akibat virus korona dapat berlangsung cepat hingga enam bulan ke depan.
 
"Perdagangan global melambat maupun ekspor impor berkurang kita masih belum langsung mengatakan ini berpengaruh besar dan kita meng-assume akan pulih dalam waktu cepat tiga hingga enam bulan," jelas dia.
 
Sayangnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan Kamis, 13 Februari 2020 berada di level Rp13.694 per USD. Rupiah melemah 20 poin atau 0,15 persen dibandingkan pembukaan perdagangan di level Rp13.672 per USD.
 
Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp13.672 per USD hingga Rp13.706 per USD. Sementara Yahoo Finance mencatat mata uang Garuda berada di posisi Rp13.688 per USD atau melemah 45 poin atau 0,32 persen dari pembukaan perdagangan di level Rp13.654 per USD.
 
Adapun Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) berada di level 5.871,9. Indeks tergelincir 41 poin atau 0,7 persen. Volume perdagangan mencapai Rp6,8 triliun. Tercatat 119 saham menguat, 284 saham melemah, dan 136 saham stagnan.
 

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif