NEWSTICKER
ilustrasi - - Foto: AFP
ilustrasi - - Foto: AFP

Vale Cetak Laba Rp1,2 Triliun di 2019

Ekonomi vale indonesia
Suci Sedya Utami • 22 Februari 2020 10:00
Jakarta: PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan (EBIT) sebesar USD89,1 juta atau setara Rp1,2 triliun sepanjang 2019.
 
CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter mengatakan laba tersebut naik delapan persen dibandingkan 2018. Hal tersebut didorong oleh kenaikan harga nikel dan kemampuan untuk menerapkan manajemen biaya yang hati-hati.
 
"Peningkatan harga nikel di semester kedua 2019 jelas membawa dampak positif bagi kinerja keuangan kami dan memungkinkan kami untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan dan kas selama periode tersebut untuk mengompensasi hasil yang lebih rendah di semester pertama 2019," kata Nico dalam keterangan resmi, Jumat, 21 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga realisasi rata-rata pada 2019 adalah USD10.855 per ton atau enam persen lebih tinggi dibandingkan harga realisasi rata-rata pada 2018. Vale mencatat penjualan sebesar USD782 juta pada 2019 atau satu persen di atas penjualan yang tercatat pada 2018 sebesar USD776,9 juta.
 
Beban pokok pendapatan perusahaan pada 2019 tercatat menurun sebesar satu persen menjadi USD665,5 juta dari sebelumnya USD672,9 juta pada 2018.
 
Selain itu, selama dua kuartal terakhir di 2019, Vale bersama entitas anak usahanya juga memperlihatkan peningkatan yang signifikan dalam produksi nikel dan harga realisasi rata-rata. Meski sepanjang tahun produksi nikel lebih rendah.
 
Konsumsi High Sulphur Fuel Oil (HSFO) dan batu bara pada 2019 mengalami penurunan sebesar masing-masing lima persen dan sembilan persen dibandingkan pada 2018. Penurunan disebabkan oleh volume produksi nikel yang lebih rendah.
 
Sedangkan konsumsi diesel pada 2019 meningkat sebesar 10 persen dibandingkan pada 2018 terutama disebabkan oleh penggunaan pembangkit listrik berbahan diesel sebagai tambahan sumber energi.

 
Kas dan setara kas Vale Group pada 31 Desember 2019 adalah USD249,0 juta, turun sebesar USD52,1 juta dari saldo 31 Desember 2018, terutama disebabkan oleh pengeluaran kas yang lebih tinggi terkait belanja modal pada 2019 sebesar USD166,5 juta, meningkat 99 persen dari USD83,8 juta yang dikeluarkan pada 2018.
 
Pada 2019, Vale mencatat penjualan sebesar 72.044 ton nikel dalam matte, turun lima dari penjualan tahun lalu sebesar 75.631 ton. Penurunan ini terutama disebabkan oleh aktivitas-aktivitas pemeliharaan utama yang terkait dengan Larona Canal Lining dan Tanur Listrik #4 di 1H19.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif