"Penjualan ekspor naik dari porsi sebelumnya hanya 1,39 juta ton. Itu membuktikan bahwa kualitas produk yang dihasilkan Semen Indonesia memiliki daya saing tinggi," ungkap Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso, dalam keterangan resminya, Jumat, 5 Oktober 2018.
Demi mengerek ekspor, kata Prio, perusahaan akan memperkuat jaringan ekspor di negara-negara tujuan serta menjajaki berbagai negara lainnya dan ikut aktif dalam kegiatan misi dagang. Tujuan negara ekspor Semen Indonesia meliputi Srilanka, Tahiti, Timor Leste, Tonga, Uni Emirat Arab, Yaman, Filipina, dan Tiongkok.
"Perusahaan pun mengekspor ke Australia, Austria, Maldives, India, dan Bangladesh," sebut Prio.
Peningkatan ekspor ini untuk mendukung kebijakan pemerintah untuk turut serta menggiatkan investasi sebagai jawaban atas pelemahan ekonomi global yang terjadi belakangan ini. "Untuk itu kita perlu genjot ekspor melalui pabrik yang ada di Indonesia," jelas dia.
Dia mengungkapkan untuk menjaga pasar perusahaan akan terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dalam setiap kegiatan operasionalnya. Perusahaan juga terus melakukan inovasi, salah satunya memperkenalkan Semen Indonesia Total Solution (SITOS).
"Lewat inovasi kita juga ikut berperan sebagai agen pembangunan yang mendukung program infrastruktur pemerintah," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News