Ilustrasi. FOTO: AFP.
Ilustrasi. FOTO: AFP.

Rupiah akan Tertekan Naiknya Harga Minyak

Ekonomi kurs rupiah minyak mentah
Antara • 10 September 2019 12:41
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa diperkirakan melemah seiring naiknya harga minyak dunia.
 
Pada pukul 10.24 WIB, rupiah stagnan seperti posisi sebelumnya yaitu Rp14.035 per USD.
 
Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan sentimen meningkatnya harga minyak kemungkinan bersifat temporer karena pelaku pasar masih mengkhawatirkan potensi resesi global.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Resesi akan membuat permintaan energi turun. Untuk menjaga harga, maka produksi juga harus turun," ujar Lana, di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 10 September 2019.
 
Sementara dari eksternal, harga minyak mentah naik tajam pada perdagangan Senin waktu setempat karena pernyataan Menteri Perminyakan Arab Saudi yang akan melanjutkan pemangkasan produksi sebagaimana kebijakan OPEC dan produsen minyak dunia yang lain.
 
Kenaikan harga minyak mentah ini juga didukung dengan pernyataan AS yang akan mengenakan sanksi bagi siapa saja yang melakukan transaksi minyak dengan Iran.
 
Harga jenis WTI naik 2,2 persen menjadi USD57,8 per barel dan jenis Brent naik 1,7 persen menjadi USD62,47 per barel. Kenaikan harga ini merupakan yang tertinggi sejak Juli 2019.
 
Lana memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak melemah di kisaran Rp14.050 per USD hingga Rp14.080 per USD. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa ini menunjukkan rupiah menguat menjadi Rp14.031 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.1092 per USD.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif