Ilustrasi perusahaan yang IPO. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.
Ilustrasi perusahaan yang IPO. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.

BEI Relaksasi Aturan agar Startup Bisa IPO

Ekonomi bei ipo startup
Nia Deviyana • 17 September 2019 20:19
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mempermudah aturan agar perusahaan rintisan (startup) bisa lebih mudah melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
 
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan BEI akan melakukan relaksasi peraturan 1-A tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham. Salah satu yang diubah adalah perubahan penghitungan aset dari yang sebelumnya bersifat tangible atau berwujud menjadi bersifat intangible atau tidak berwujud.
 
"Dulu ada yang namanya net tangible assets (NTA), itu hanya aset yang berwujud saja yang kita hitung. Tapi banyak keluhan dari banyak pihak. Karena tidak semua perusahaan asetnya berwujud," kata Nyoman saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, 17 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nantinya, lanjut Nyoman, BEI tetap mempertahankan syarat NTA. Namun, ada toleransi untuk perusahaan yang tidak bisa memenuhi NTA, persyaratannya disesuaikan berdasarkan perhitungan pendapatan.
 
"Contohnya perusahaan-perusahaan platform digital dan startup, revenue bisa dipastikan ada, cuma belum tentu dia punya NTA, misalnya minimal Rp5 miliar," imbuhnya.
 
Jika syarat pendapatan juga belum bisa terpenuhi, maka bisa juga diukur dari sisi nilai kapitalisasi pasar, atau cakupan besar nilai perusahaan.
 
Hingga pekan kedua September 2019, tercatat sebanyak 35 perusahaan yang melantai di bursa. PT Telefast Indonesia (TFAS) menjadi emiten ke-35 yang mencatatkan sahamnya di BEI pada 2019.
 
BEI menargetkan jumlah perusahaan yang IPO sepanjang tahun ini bisa di atas 57 perusahaan. Untuk merealisasikan target tersebut, Nyoman mengatakan BEI akan menjemput bola dengan rutin sosialisasi ke calon-calon emiten.
 
Di samping itu, pihaknya juga akan mendatangi satu per satu perusahaan dan melakukan one on one meeting kepada perusahaan yang memiliki potensi besar untuk melantai di bursa.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif