NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/Bay ISMOYO
Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/Bay ISMOYO

Timur Tengah Memanas, Sepekan Ini Rupiah Pamer Kekuatan

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 11 Januari 2020 10:28
Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sepekan ini terpantau menguat, sejalan kian hilangnya pesona mata uang Paman Sam. Mata uang Garuda sukses menggilas USD lantaran didukung katalis positif seperti memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan masih kuatnya fondasi ekonomi Indonesia.
 
Mengutip data Bloomberg, Sabtu, 11 Januari 2020, terungkap di awal pekan rupiah berjaya ke posisi Rp13.944 per USD atau tepatnya pada Senin, 6 Januari. Kemudian Selasa, 7 Januari, nilai tukar rupiah semakin bergairah dengan menguat ke level Rp13.878 per USD. Namun sayangnya, pada Rabu, 8 Januari, rupiah sempat diempaskan mata uang Paman Sam ke level Rp13.900 per USD.
 
Meski demikian, nilai tukar rupiah tetap gigih melawan keperkasaan USD. Perjuangan itu membuahkan hasil dengan rupiah kembali unjuk gigi di level Rp13.854 per USD di hari berikutnya atau pada Kamis, 9 Januari. Kemudian, menutup akhir pekan atau Jumat, 10 Januari, nilai tukar rupiah sukses duduk manis dengan menginjak USD di level Rp13.772 per USD.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Timur Tengah Memanas, Sepekan Ini Rupiah Pamer Kekuatan
Sumber: Bloomberg
 
Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor mencerna data pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan. Meski demikian, disepakatinya kesepakatan dagang fase satu antara AS dengan Tiongkok memberikan sedikit katalis positif.
 
Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,09 persen menjadi 97,3620. Pada akhir perdagangan New York, euro naik ke USD1,1123 dari USD1,1104 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3063 dari USD1,3058 di sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,6911 dibandingkan dengan USD0,6852. Dolar AS membeli 109,52 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 109,50 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9726 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9730 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3058 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3080 dolar Kanada.
 
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pengusaha AS memberi tambahan 145 ribu pekerjaan pada Desember, turun dari revisi 256 ribu pada November, dan tingkat pengangguran tetap di 3,5 persen. Diharapkan kondisi ini kian membaik dan nantinya mendukung laju perekonomian AS di masa mendatang.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih rendah pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor mencerna data pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan. Meski demikian, disepakatinya kesepakatan dagang fase satu antara AS dengan Tiongkok memberikan sedikit katalis positif.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot sebanyak 133,13 poin atau 0,46 persen menjadi 28.823,77. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 9,35 poin atau 0,29 persen menjadi 3.265,35. Indeks Komposit Nasdaq turun 24,57 poin atau 0,27 persen menjadi 9.178,86.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif