RUPST Adira Finance. Foto : Adira.
RUPST Adira Finance. Foto : Adira.

Adira Finance Kucurkan Pembiayaan Rp28 Triliun hingga Kuartal III

Ekonomi adira dinamika multifinance
Nia Deviyana • 24 Oktober 2019 18:05
Jakarta: Adira Finance membukukan Rp28 triliun untuk pembiayaan baru hingga kuartal III-2019. Angka ini sedikit turun sebesar satu persen dibandingkan periode yang sama di 2018.
 
Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli mengatakan segmen mobil mengalami penurunan sebesar enam persen menjadi Rp11,6 triliun, namun dikompensasi dengan peningkatan pada segmen sepeda motor sebesar enam persen menjadi Rp14,8 triliun.
 
"Pangsa pasar kami untuk segmen mobil baru adalah 4,4 persen sementara pangsa pasar di sepeda motor baru adalah 11,5 persen," ujar Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli melalui keterangan resminya, Kamis, 24 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, piutang yang dikelola perusahaan juga meningkat delapan persen menjadi Rp53,9 triliun. Piutang kelolaan pada sepeda motor meningkat 11 persen, sedangkan piutang kelolaan pada mobil meningkat sebesar delapan persen.
 
"Di tengah-tengah kondisi bisnis saat ini, kami akan lebih berhati-hati dalam mempertahankan kualitas aset kami dan menjaga pengelolaan biaya dengan baik. Kami juga akan terus menyederhanakan proses kami untuk meningkatkan efisiensi," tutur Hafid.
 
Di sisi lain, Adira Finance mencetak laba bersih sebesar Rp1,4 triliun hingga kuartal III-2019. Angka ini naik sebesar lima persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila merinci, pendapatan bunga naik 11 persen menjadi Rp8,93 triliun, sementara beban bunga naik 15 persen menjadi Rp3,55 triliun.
 
"Pendapatan bunga bersih naik sembilan persen menjadi Rp5,38 triliun, sehingga menghasilkan margin bunga bersih 14,0 persen. Beban operasional naik enam persen menjadi Rp2,68 triliun, yang menghasilkan pertumbuhan laba usaha bersih sebesar delapan persen," ungkap Made.
 
Di sisi lain, angka kredit bermasalah atau non performing loan perusahaan berada di 1,8 persen dari piutang yang dikelola pada kuartal III-2019 atau tidak berubah dari tahun sebelumnya.
 
"Rasio gearing kami berdiri di 3,1x, jauh lebih rendah dari level yang diatur OJK sebesar 10x. Kehati-hatian kami dalam penyaluran pembiayaan underwriting terus mendukung praktik manajemen risiko kami yang prudent," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif