"Kondisi memanas, investor asing masih percaya. Tidak ada kekhawatiran investor asing menarik dananya dari Indonesia untuk dibawa keluar. Investor sudah pasang surut, itu sudah biasa," ujar Kepala Ekonom PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Anggito Abimanyu ditemui dalam acara Outlook Ekonomi Makro Indonesia 2015: Dari Inflasi ke Deflasi Ekonomi di Gedung BRI, Jakarta, Senin (16/2/2015).
Dia menegaskan, investor asing baru yang masuk ke Indonesia masih memiliki rasa optimis untuk menaruh dananya di Indonesia. Lantaran kondisi itu masih sejalan dengan kondisi pasar Indonesia masih besar dan luas.
"Dana asing yang yang masuk tahun ini masih besar. Karena mata uang kita masih bergejolak," tukasnya.
Selain itu, sentimen rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang akan menaikkan suku bunganya atau Fed Fund Rate (FFR) juga tidak akan berpengaruh pada investor asing untuk menanam investasinya di Indonesia.
"Jika The Fed naikkan suku bunganya, maka dana asing akan balik lagi," pungkasnya.
Perlu diketahui, Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin terlihat hebat. Sebab aliran dana asing (capital inflow) terus berlanjut dengan deras masuk ke dalam pasar modal Indonesia yang mencapai di atas Rp3 triliun di minggu ke dua Februari tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News