Demikian disampaikan Direktur SMGR, Suparni, kepada Metrotvnews.com, saat berkunjung ke kantor Media Group, di Jalan Pilar Mas Raya, Jakarta Barat, Rabu (8/4/2015).
"Strategi khususnya kalau pasar belum kuat ya kita buka ekspor. Sebagian kita ekspor ke regional, Asia Selatan. Sehingga pabrik-pabrik kami bisa berjalan. Nanti kalau konsumsi dalam negeri mulai naik, kami siapkan untuk memasok domestik," jelas Suparni.
Dia mengungkapkan, pasar ekspor terbesar Semen Indonesia yakni dari Singapura, Timor Leste, Bangladesh, Mauritius, dan Maldives. Perseroan pun belum akan merambah pasar Eropa karena jarak yang cukup jauh.
"Timor leste menjadi pasar terus menerus. Kami belum akan merambah Eropa, Taiwan pernah, dulu pernah ke Chile. Kalau ekspor kan jaraknya jauh dan mahal, kalau ekspor harusnya kontrak tahunan ke Afrika yang mau beli banyak. Tapi kalau kontrak tahunan ketika pasar domestik naik kita enggak bisa tarik," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News