Mengenal Peran <i>Corsec</i> dalam Tata Kelola Perusahaan
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Goklas Tambunan
Jakarta: Tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) mulai dikenalkan di Indonesia pada 1997. Saat itu, pemerintah memperkenalkan GCG dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi ekonomi akibat krisis yang terjadi di Indonesia.

GCG adalah struktur dan mekanisme yang mengatur pengelolaan perusahaan agar bisa menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan bagi para pemegang saham maupun pemangku kepentingan. Melalui GCG, perusahaan dapat menjalankan kegiatan perusahaan secara profesional dan efisien.

Salah satu peranan yang paling penting dalam pelaksanaan GCG adalah peranan sekretaris perusahaan atau corporate secretary (corsec). Corsec memiliki peranan kunci dalam pelaksanaan GCG, khususnya pada perusahaan publik dan emiten di bursa. Ini tidak dapat dipungkiri karena posisi dan tugas yang dipikul corsec sangat strategis dan menentukan.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Goklas Tambunan mengatakan corsec dalam perusahaan yang sudah melantai di pasar modal memiliki peranan penting terkait menghubungkan kebutuhan direksi dan kebutuhan para pemegang saham. Karenanya, perlu ada apresiasi terhadap posisi corsec di Tanah Air.

"Corsec perlu diapresiasi secara khusus di perusahaan tercatat di BEI. Karena mereka memberikan dukungan ke BEI dan pasar modal. Apalagi, corsec menghubungkan antara direksi dengan para pemegang saham," ungkap Goklas, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu 27 Oktober 2018.

Dalam hal ini, BEI berharap bisa terus menjalin kerja sama yang baik dengan perusahaan tercatat. Guna memaksimalkan pertumbuhan pasar modal Indonesia di masa mendatang, BEI meminta perusahaan tercatat bisa meminimalisir kesalahan termasuk menekan kesalahan informasi. Pasalnya, sanksi bisa didapatkan jika terjadi kelalaian.

"Akan tetapi kami harapkan apresiasi yang diberikan jadi penyemangat. Kami harapkan menghasilkan corsec yang berprestasi dan menjadi benchmark," tuturnya.

Adapun melalui kegiatan Corporate Secretary Award 2018, Warta Ekonomi memberikan apresiasi kepada perusahaan yang melaksanakan peranan corsec dengan baik, serta menjadikan perusahaan dengan corsec yang baik sebagai benchmark untuk perusahaan lain agar dapat menjalankan peranan corsec lebih baik kedepannya.

Pada riset ini, memakai alat media monitoring dengan menggunakan media content analysis, yaitu menganalisis hasil pemberitaan media online yang terdiri atas sentimen positif, negatif, dan netral. Pencarian berita dilakukan dengan menggunakan keyword lima konsep GCG, yaitu keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian, dan kewajaran serta kesetaraan.

Riset ini dilakukan sejak Januari hingga Juni 2018 kepada perusahaan-perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Keyword dalam penelitian ini sebanyak 25.103 dengan total pemberitaan sebanyak 60.231.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id