Indika Energy Transformasi Bisnis
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Jakarta: Perusahaan energi PT Indika Energy Tbk tengah bertransformasi dari perusahaan energi terintegrasi menjadi perusahaan investasi dengan portofolio bisnis yang terdiversifikasi. Transformasi itu dilakukan agar ke depannya Indika Energy bisa memberikan kontribusi yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan prioritas Indonesia.

Direktur Utama Indika Energy Arsjad Rasjid menjelaskan di dalam portofolio bisnis yang sama, yaitu energi dan khususnya batu bara, Indika Energy nantinya akan memperluas cakupan pelanggan yang dilayani perusahaan, mengeksplorasi target sektor bisnis yang baru, dan terus mendorong sinergi di antara unit usaha.

"Indika Energy juga melakukan diversifikasi usaha dalam bidang yang terkait dengan portofolio bisnis saat ini, dan memanfaatkan keunggulan dan kompetensi perusahaan dalam bidang energi," kata Arsjad dalam acara syukuran HUT ke-18 Indika Energy di Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018.

Misalnya saja, kata Arsjad, mengembangkan sektor midstream minyak dan gas dengan membangun terminal penyimpanan produk bahan bakar, serta menyediakan layanan informasi, komunikasi, dan teknologi (ICT) dengan mendirikan Indika Digital Teknologi yang akan memanfaatkan perkembangan Industri 4.0 untuk meningkatkan keunggulan operasional industri di Indonesia secara umum.

"Tentunya pengembangan bisnis perusahaan ini, selain berkontribusi lebih besar pada pembangunan, secara jangka panjang juga agar Indika Energy dapat memberikan nilai tambah yang optimal dan berkelanjutan untuk semua pemangku kepentingan," pungkas Arsjad.

Mahakarya Industri

Arsjad melanjutkan selama ini Indika Energy melalui anak usahanya, Tripatra, telah membangun berbagai mahakarya industri energi nasional berskala besar. Pada 1975, Tripatra mengerjakan proyek pasokan gas kepada pabrik pupuk terbesar di Sumatra Selatan, dan pada 1993 mengerjakan proyek fasilitas pemrosesan dan kompresi gas di Arun, Aceh.

Di kawasan timur, anak perusahaan Indika Energy lainnya, Petrosea, membangun infrastruktur di Papua, termasuk jalan dan jembatan di perkotaan dan hutan, rumah sakit dan pelabuhan, serta memperbaiki landasan udara di Timika agar bisa dilandasi pesawat komersial.

Pada saat pemerintah mulai mengembangkan potensi batu bara sebagai sumber energi alternatif, Kideco Jaya Agung yang juga anak usaha Indika Energy menjadi salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar dan paling efisien di Indonesia. Kideco memasok batu bara bersih ramah lingkungan untuk pembangkit listrik tenaga uap yang menjadi kunci penggerak roda ekonomi masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Managing Director & CEO PT Indika Energy Tbk Azis Armand menambahkan bisnis batu bara masih tetap prospektif dan menjadi andalan Indika Energy sekalipun harga komoditas tersebut di pasar dunia sering berfluktuasi.

"Hingga saat ini, pasokan batu bara dalam negeri (DMO) mencapai 25% dari total produksi dengan rata-rata produksi mencapai 2,5 juta hingga 2,6 juta ton setiap bulan, dengan target produksi hingga akhir tahun sebesar 34 juta ton," tutupnya.

Pada acara syukuran HUT ke-18 itu, Indika Energy juga memberikan penghargaan kepada sejumlah individu dari berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, lingkungan hidup, dan perdamaian, yang memberi sumbangsih besar bagi Indonesia. (Media Indonesia)



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id